Era Baru Filipina Usai Dinasti Marcos Kembali Pegang Tahta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 23:33 WIB
Ferdinand Bongbong Marcos Jr menang Pilpres Filipina 2022. Kemenangan putra mantan diktator Filipina Ferdinand Emmanuel Edralin Marcos itu picu kontroversi.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Dinasti Marcos kembali pegang tahta. Ferdinand Marcos Jr mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden Filipina.

Lewat juru bicaranya, putra mendiang mantan diktator Ferdinand Marcos itu berjanji akan menjadi pemimpin 'untuk semua orang Filipina'.

"Kepada dunia, dia berkata: Jangan menilai saya dari para leluhur saya, tetapi dari tindakan saya," kata juru bicara Marcos Jr, Vic Rodriguez menyampaikan pernyataan Marcos Jr.

"Ini adalah kemenangan bagi semua orang Filipina, dan untuk demokrasi," kata Rodriguez dalam pernyataannya seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (11/5/2022).

Marcos Jr yang populer dengan panggilan 'Bongbong' itu disebut berjanji untuk menjadi Presiden semua orang Filipina.

"Kepada mereka yang memilih Bongbong, dan mereka yang tidak, itu adalah janjinya untuk menjadi Presiden bagi semua orang Filipina. Untuk mencari titik temu melintasi perbedaan politik, dan bekerja sama untuk menyatukan bangsa," imbuh Rodriguez.

Dalam perhitungan sementara pemilihan presiden Filipina., Marcos Jr meraup lebih dari 31 juta dukungan atau sekitar 58,76 persen. Kemenangan tersebut merupakan perubahan yang menakjubkan dalam nasib keluarga Marcos, yang telah dilengserkan dan kembali berkuasa setelah beberapa dekade.

Selama bertahun-tahun akun pro-Marcos telah membanjiri media sosial, membuat banyak anak muda Filipina percaya bahwa pemerintahan ayahnya dulu adalah periode emas perdamaian dan kemakmuran.

Namun faktanya, pemerintahan Marcos senior membuat Filipina bangkrut, dan membunuh, menyiksa dan memenjarakan puluhan ribu lawan selama kediktatorannya yang korup.

Marcos Jr adalah kandidat presiden pertama yang memenangkan suara mayoritas langsung sejak ayah diktatornya digulingkan dari kekuasaan dan keluarganya diasingkan pada 1986.

Beberapa jam setelah kemenangannya, Marcos Jr mengunjungi makam ayahnya di pemakaman pahlawan nasional di Manila. Foto-foto yang diposting di akun media sosial resmi Marcos pada hari Rabu (11/5). Dia berdiri di depan makam besar dengan kepala sedikit tertunduk dan menutupi matanya dengan tangan kanannya, seperti menangis.