ADVERTISEMENT

Kapal Perang AS Transit di Selat Taiwan, China Geram!

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 12:22 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Bendera AS dan China dikibarkan saat Presiden Xi Jinping berkunjung ke Gedung Putih tahun 2015 lalu (dok. AP Photo/Andrew Harnik, File)
Beijing -

Militer China menyatakan pihaknya telah memantau dan memperingatkan sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang kedapatan berlayar melintasi Selat Taiwan yang sensitif. Insiden itu terjadi sesaat setelah China melakukan latihan militer di dekat Taiwan.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/5/2022), Armada ke-7 Angkatan Laut AS menyatakan sebuah kapal rudal jelajah USS Port Royal melakukan transit 'rutin' di Selat Taiwan melalui perairan internasional yang 'sesuai dengan hukum internasional' pada Selasa (10/5). Itu menjadi misi kedua dalam dua pekan terakhir.

AS diketahui melakukan pelayaran semacam itu sekitar sekali setiap bulan, yang selalu memancing kemarahan China. Bagi otoritas China, misi kapal perang AS semacam itu dianggap sebagai bentuk dukungan untuk Taiwan, yang diyakini Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Dalam tanggapannya, Komando Zona Timur Tentara Pembebasan Rakyat menyatakan pasukannya telah memantau pergerakan kapal AS tersebut dan memperingatkannya.

"Amerika Serikat sering mementaskan drama semacam itu dan memprovokasi masalah, mengirimnya isyarat yang salah kepada kekuatan kemerdekaan Taiwan, dan secara sengaja meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan," tuduh Komando Zona Timur Tentara Pembebasan Rakyat atau militer China dalam pernyataannya.

"Tentara zona tersebut menjaga kewaspadaan tinggi sepanjang waktu, dengan tegas melawan semua ancaman dan provokasi, dan dengan tegas membela kedaulatan nasional dan integritas wilayah," imbuh pernyataan tersebut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT