ADVERTISEMENT

Peringatan 'Hari Kiamat' dari Putin ke Barat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Mei 2022 21:41 WIB
Russian President Vladimir Putin greets people after his speech at the concert marking the eighth anniversary of the referendum on the state status of Crimea and Sevastopol and its reunification with Russia, in Moscow, Russia, Friday, March 18, 2022. (Ramil Sitdikov/Sputnik Pool Photo via AP)
Vladimir Putin (Foto: AP/Ramil Sitdikov)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin bakal memberi peringatan bernada 'hari kiamat' kepada negara-negara Barat. Peringatan keras itu akan disampaikan Putin saat memimpin perayaan 77 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II pada 9 Mei mendatang.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (7/5/2022), Rusia akan memamerkan persenjataan besar mereka saat pasukannya terus bertempur di Ukraina dalam apa yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' sejak 24 Februari lalu.

Putin terus menentang saat menghadapi isolasi Barat sejak invasi ke Ukraina dimulai. Putin dijadwalkan akan berpidato di Lapangan Merah, Moskow, sebelum parade yang menampilkan tentara, tank, roket dan rudal balistik antarbenua digelar pada Senin (9/5) mendatang.

Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataannya, menyebut jet tempur supersonik, pesawat pengebom strategis Tu-160, dan pesawat komando 'hari kiamat' Il-80 akan mengudara di atas Katedral St Basil dalam parade 9 Mei.

Itu akan menjadi momen pertama kalinya pesawat komando 'hari kiamat' Il-80 mengudara sejak tahun 2010. Pesawat komando itu akan membawa jajaran petinggi Rusia jika terjadi perang nuklir.

Dalam skenario tersebut, Il-80 dirancang menjadi pusat komando jelajah bagi Presiden Rusia. Pesawat itu dilengkapi teknologi tinggi, namun detail spesifiknya menjadi rahasia negara bagi Rusia.

Putin sendiri telah berulang kali membandingkan 'operasi militer khusus' di Ukraina dengan tantangan yang dihadapi Uni Soviet ketika pasukan Nazi yang dipimpin Adolf Hitler menginvasi tahun 1941 silam.

"Upaya untuk menenangkan agresor menjelang Perang Patriotik Besar ternyata menjadi kesalahan yang merugikan rakyat kita," ucap Putin pada 24 Februari lalu saat mengumumkan operasi militer ke Ukraina.

"Kita tidak akan membuat kesalahan seperti itu untuk kedua kalinya, kita tidak berhak," tegasnya saat itu.

Putin mengklaim aksi militer di Ukraina merupakan pertempuran untuk melindungi orang-orang yang berbicara bahasa Rusia di sana dari persekusi neo-Nazi. Dia juga menyebut pertempuran di Ukraina dilakukan untuk menjaga dari apa yang disebutnya sebagai ancaman Amerika Serikat (AS) lewat perluasan NATO.

Ukraina dan negara-negara Barat menolak tuduhan itu dan menyebutnya sebagai omong kosong. Negara-negara barat menuding balik Putin telah mengobarkan agresi perang yang tidak beralasan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Jokowi Undang Putin dan Zelensky ke KTT G20 di Bali

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT