Erdogan Beri Selamat ke Macron yang Terpilih Lagi Jadi Presiden Prancis

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 06 Mei 2022 03:47 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan looks up during a joint news conference with German Chancellor Angela Merkel following their meeting at Huber Villa presidential palace, in Istanbul, Turkey, Saturday, Oct. 16, 2021. The leaders discussed Ankaras relationship with Germany and the European Union as well as regional issues including Syria and Afghanistan. (AP Photo/Francisco Seco)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AP/Francisco Seco)
Istanbul -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengucapkan selamat kepada Emmanuel Macron yang terpilih kembali sebagai Presiden Perancis. Erdogan menekankan pentingnya hubungan antara Ankara dan Paris untuk Eropa.

Ucapan selamat itu disampaikan Edorgan melalui panggilan telepon, Kamis (5/5) waktu setempat. Keduanya juga membahas peningkatan hubungan kerjasama antara kedua negara.

"Langkah-langkah untuk meningkatkan hubungan Turki-Prancis serta perang Rusia-Ukraina," kata kepresidenan Turki seperti dilansir AFP, Jumat (6/5/2022).

Erdogan mengatakan Turki melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan konflik melalui diplomasi. Dia juga mengatakan bahwa hubungan Turki-Prancis penting bagi peran negara-negara Eropa.

Erdogan pernah memiliki hubungan yang kurang baik dengan Macron. Ketegangan meningkat pada 2020 terutama setelah Prancis menindak ekstremisme Islam setelah beberapa serangan di wilayahnya.

Dia menggambarkan Macron pada saat itu sebagai masalah bagi Prancis dan mengatakan dia berharap Prancis akan menyingkirkan Macron sesegera mungkin. Namun pekan lalu, pemimpin Turki itu memuji kekalahan Le Pen sebagai kemenangan.

"Secara tepat, penghapusan dan kekalahan ekstremis yang berakhir dalam pemilihan Prancis, menurut pendapat saya, adalah kemenangan karena apapun yang kami derita adalah karena ekstremisme," katanya dalam keterangannya kepada media lokal pekan lalu.

Untuk diketahui, Macron kembali terpilih sebagai presiden Prancis setelah berhasil mengalahkan Marine Le Pen dalam pemilihan presiden Minggu (24/4). Macron akan menjalani periode keduanya selama lima tahun ke depan.

Macron menang dengan total perolehan suara 58,55%, unggul dengan margin yang lebih besar dari perkiraan, sedangkan Le Pen sebagai tokoh oposisi sayap kanan hanya mendapat 41,45% suara.

(dek/fas)