ADVERTISEMENT

Sekjen PBB Harap Rusia dan Ukraina Hentikan Perang Sejenak Demi Kemanusiaan

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 04 Mei 2022 02:57 WIB
Sekjen PBB: Perubahan Iklim Dekati
Foto: Getty Images/AFP/C. Quicler
Jenewa -

Pasukan Rusia masih terus menggempur Ukraina sampai saat ini. Sekjen PBB Antonio Guterres berharap kedua belah pihak bisa berhenti sejenak demi kemanusiaan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (4/5/2022), pernyataan itu disampaikan Guterres di tengah situasi banyaknya warga sipil Ukraina yang masih terjebak saat ini, salah satunya di pabrik baja Azovstal yang belum lama ini digempur oleh Rusia. Selain itu, masih ada ratusan warga sipil yang terjebak di terowongan pabrik di Kota Mariupol yang juga beberapa hari lalu dihancurkan Rusia.

"Saya berharap koordinasi yang berkelanjutan dengan Kiev dan Moskow akan mengarah pada jeda kemanusiaan yang lebih banyak," kata Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan, tanpa merinci lokasi mana yang dia maksud.

"Yang akan memungkinkan warga sipil melewati pertempuran dan bantuan untuk menjangkau orang-orang yang paling membutuhkan," sambung Guterres.

Sementara itu, koordinator kemanusiaan PBB untuk Ukraina, Osnat Lubrani, juga menyatakan harapan evakuasi, yang sempat berlangsung selama akhir pekan, dapat diulang di tempat lain. Salah satunya di pabrik Azovstal.

"Ada warga sipil yang masih terjebak, beberapa dari mereka mungkin takut untuk keluar. Beberapa dari mereka mungkin tidak bisa datang," kata Lubrani, meskipun dia tidak dapat merinci jumlah orang yang tersisa.

"Harus ada keterlibatan tambahan dan keterlibatan berkelanjutan antara pihak-pihak yang mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ICRC untuk terus mencari, berencana melakukan lebih banyak operasi seperti ini untuk menyelamatkan nyawa di Ukraina," lanjut dia merujuk pada Komite Internasional PBB. Palang Merah dengan akronimnya.

Simak Video 'Hari Raya Idul Fitri di Rusia, Warga Berdoa Perang Segera Berakhir':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT