PM India Serukan Perang di Ukraina Segera Diakhiri: Tak Akan Ada Pemenang

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 03 Mei 2022 01:02 WIB
PM India Narendra Modi Cabut UU Reformasi Agraria yang Kontroversial
Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi (Foto: DW News)
Berlin -

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi menyerukan agar perang di Ukraina segera diakhiri. Namun, Modi juga enggan mengutuk serangan Rusia kepada Ukraina.

Dilansir dari AFP, Selasa (3/5/2022), India selama ini memang banyak mengimpor perangkat militer dari Rusia. Modi meminta agar perang antara Rusia dengan Ukraina diselesaikan melalui dialog, bukan gencatan senjata.

"Kami menolak gencatan senjata dan menyerukan dialog sebagai satu-satunya cara untuk menyelesaikan perselisihan," ujar Modi usai berbincang dengan Kanselir Jerman, Olaf Scholz.

Modi meyakini tidak akan ada yang menang dalam perang tersebut. Maka dari itu, Modi mendukung perdamaian segera tercipta.

"Kami percaya bahwa tidak akan ada pemenang dalam perang ini dan semua orang akan kalah, itulah sebabnya kami mendukung perdamaian," ucapnya.

Modi menjelaskan perang di Ukraina tak hanya berdampak pada kemanusiaan di Ukraina. Melainkan juga membebani setiap orang di seluruh dunia karena tekanan harga minyak dan pasokan makanan.

Sementara itu, Scholz menegaskan Rusia sudah melanggar prinsip-prinsip Piagam PBB. Scholz mengatakan serangan Rusia kepada Ukraina itu brutal.

"Rusia telah membahayakan prinsip-prinsip dasar hukum internasional dengan serangannya ke Ukraina. Perang dan serangan brutal terhadap warga sipil di Ukraina menunjukkan cara yang tidak terkendali, di mana Rusia melanggar prinsip-prinsip Piagam PBB," kata Scholz.

Simak juga 'Hari Raya Idul Fitri di Rusia, Warga Berdoa Perang Segera Berakhir':

[Gambas:Video 20detik]



(drg/fas)