Donald Trump Kembali ke Medsos, Posting 'I'm Back!' di Truth Social

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 01 Mei 2022 15:02 WIB
Donald Trump lolos dari pemakzulan: Apa dampak bagi dirinya, Joe Biden, dan Amerika Serikat?
Donald Trump (Foto: BBC World)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump kembali ke media sosial. Dia mengunggah pesan perdana di media sosial buatannya, Truth Social.

"I'M BACK," tulis Trump seperti dilansir Reuters, Minggu (1/5/2022).

Ini merupakan pesan perdana Trump di Truth Social sejak aplikasi itu diluncurkan 2 bulan lalu. Trump akhirnya bicara ketika Elon Musk membeli untuk membeli Twitter senilai USD 44 miliar.

Twitter sendiri telah melarang Trump secara permanen dengan alasan risiko kekerasan lebih lanjut setelah pengepungan 6 Januari 2021 oleh massa pro-Trump di Capitol AS.

Partai Republik menyambut baik pembelian platform media sosial oleh Musk dengan harapan bahwa Kepala Eksekutif Tesla Inc yang telah berjanji untuk melonggarkan praktik moderasi konten untuk memulihkan kebebasan berbicara, akan mengundang Trump kembali ke situs tersebut. Sejak kesepakatan itu diumumkan, Trump mengatakan dia tidak akan kembali ke Twitter.

Dalam pesan perdananya yang disebut 'kebenaran' di aplikasi, Trump menulis 'I'M BACK! #COVFEFE', merujuk pada kesalahan ketik pada pesan Twitter yang dia kirim saat mengeluh tentang pers dan meme secara luas.

Diamnya Trump pada aplikasinya sendiri sejak peluncuran Truth Social di Apple Inc pada 21 Februari telah menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan jangka panjang aplikasi itu.

Menjelang peluncurannya, Donald Trump Jr men-tweet tangkapan layar akun Truth Social ayahnya dengan satu 'kebenaran' yang dia posting pada 14 Februari, diverifikasi di akun @reaDonaldTrump, dengan pesan: 'Bersiaplah! Presiden favoritmu akan segera menemuimu!'.

Trump Media & Technology Group (TMTG), perusahaan induk Truth Social, berencana untuk go public melalui merger dengan perusahaan cek kosong Digital World Acquisition Corp (DWAC.O), yang sahamnya naik 7,7% pada Jumat lalu.

Kesepakatan itu berada di bawah pengawasan Komisi Sekuritas dan Bursa AS dan kemungkinan beberapa bulan lagi akan diselesaikan.

(haf/imk)