Iran Puji Putaran Terbaru Pembicaraan dengan Arab Saudi

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 13:03 WIB
Insert ketegangan Arab Saudi dengan Iran.
ilustrasi (Foto: detikcom/Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Iran dan Arab Saudi terus melakukan pembicaraan antara kedua negara. Teheran memuji putaran terbaru pembicaraan tersebut berlangsung "positif dan serius". Iran pun menyuarakan harapan untuk kemajuan lebih lanjut segera.

Dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (26/4/2022), Teheran dan Riyadh, yang memutuskan hubungan diplomatik pada 2016, telah mengadakan empat putaran pembicaraan di Irak antara April dan September tahun lalu, dengan pertemuan kelima pada Kamis pekan lalu.

"Perundingan putaran kelima antara Iran dan Arab Saudi di Baghdad ... positif dan serius dan terlihat ada kemajuan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran Saeed Khatibzadeh kepada wartawan pada Senin (25/4) waktu setempat.

Iran yang mayoritas Muslim Syiah dan kerajaan Sunni, Arab Saudi mendukung pihak-pihak yang bersaing dalam beberapa konflik, termasuk di Yaman, di mana Teheran mendukung kelompok pemberontak Houthi dan Riyadh memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman.

Pada 2016, para pengunjuk rasa Iran menyerang misi diplomatik Saudi di republik Islam itu setelah otoritas Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah ternama, Nimr al-Nimr. Riyadh menanggapi penyerangan itu dengan memutuskan hubungan dengan Teheran.

Kantor berita Iran, Nour melaporkan pembicaraan terbaru itu dihadiri oleh "pejabat-pejabat senior dari sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan kepala dinas intelijen Saudi".

Ditambahkan bahwa para menteri luar negeri kedua negara direncanakan akan bertemu "dalam waktu dekat".

Khatibzadeh mengatakan bahwa "jika negosiasi ditingkatkan ke tingkat politik kelas satu, dapat diharapkan bahwa kemajuan dapat dicapai dengan cepat di berbagai sektor pembicaraan".

Juru bicara Kemenlu Iran itu juga mengatakan "kesepakatan telah dicapai untuk mengadakan putaran negosiasi berikutnya" antara Iran dan Arab Saudi, tetapi dia tidak menyebutkan soal tanggalnya.

(ita/ita)