Petaka Krisis Ekonomi Bikin Rumah PM Sri Lanka Dikepung Mahasiswa

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 21:09 WIB
Sri Lankan university students push down police barricades during a protest over the country’s worst economic crisis in decades outside the residence of prime minister Mahinda Rajapaksa in Colombo, Sri Lanka, Sunday, April 24, 2022. (AP Photo/Eranga Jayawardena)
Foto: AP/Eranga Jayawardena
Kolombo -

Ribuan mahasiswa Sri Lanka mengepung kediaman Perdana Menteri (PM) Mahinda Rajapaksa di Kolombo. RM Rajapaksa dituntut mengundurkan diri karena krisis ekonomi di negara tersebut.

Dilansir AFP, Senin (25/4/2022), krisis pangan dan bahan bakar terjadi di Sri Lanka. Akibatnya, pemadaman listrik terjadi selama berbulan-bulan di sana.

Unjuk rasa itu terjadi pada Minggu (24/4) waktu setempat, para mahasiswa tidak hanya mendatangi tapi juga memanjat pagar kompleks kediaman PM Rajapaksa di Kolombo, setelah polisi memasang barikade di berbagai ruas jalanan setempat.

Para demonstran juga membawa sejumlah poster bertuliskan 'Pulanglah Gota' yang merujuk pada Presiden Gotabaya Rajapaksa, adik dari PM Mahinda Rajapaksa. Sejumlah demonstran lainnya memakai topeng Guy Fawkes yang menjadi simbol gerakan antikemapanan.

Polisi Pasang Barikade

Atas aksi itu, polisi pun membuat barikade untuk mencegah para demonstran masuk ke kediaman Rajapaksa. Para polisi memakai tameng antihuru-hara saat demonstrasn mencoba merobohkan barikade.

"Anda bisa memblokir jalanan, tapi tidak bisa menghentikan perjuangan kami hingga seluruh pemerintahan pulang," ucap salah satu pemimpin mahasiswa sembari berdiri di atas dinding kompleks kediaman Rajapaksa.