ADVERTISEMENT

Sekjen PBB Akan Bertemu Putin dan Zelensky Pekan Depan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2022 09:38 WIB
UN Secretary-General Antonio Guterres looks on during the opening of the UN Human Rights Councils main annual session on February 24, 2020 in Geneva. - The UNs secretary general launched a
Sekjen PBB Antonio Guterres (dok. AFP/FABRICE COFFRINI)
New York -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres dijadwalkan akan berkunjung ke Rusia pekan depan untuk bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin. Selanjutnya, Guterres akan melanjutkan kunjungan ke Ukraina untuk berbicara langsung dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (23/4/2022), Guterres akan mengunjungi Moskow, Rusia, pada Selasa (26/4) pekan depan dan bertemu dengan Putin, juga menghadiri rapat kerja dan makan siang bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov.

"Dia berharap untuk segera membicarakan soal apa yang bisa dilakukan untuk membawa perdamaian ke Ukraina segera," tutur juru bicara Guterres, Eri Kaneko, dalam pengarahan kepada media di New York, Amerika Serikat (AS), pada Jumat (22/4) waktu setempat.

Setelah itu, Guterres akan bertemu dengan Zelensky pada Kamis (28/4) pekan depan. Bersama juga dengan Menlu Ukraina Dmitry Kuleba dan para staf PBB akan membahas peningkatan upaya penyaluran bantuan kemanusiaan.

Guterres diketahui meminta untuk bertemu langsung dengan pemimpin Rusia dan Ukraina dalam surat terpisah yang diserahkan kepada misi permanen masing-masing negara di PBB.

Pekan ini, Guterres menyerukan jeda kemanusiaan dalam pertempuran di Ukraina selama empat hari dalam rangka Paskah, yang seharusnya dimulai pada Kamis (21/4) waktu setempat untuk memberikan jalur aman bagi warga sipil di area konflik untuk mengungsi dan penyaluran bantuan kemanusiaan ke area terdampak.

"Sekretaris Jenderal tidak begitu kecewa karena seruan pribadinya tidak dipedulikan, tapi lebih karena tidak ada gencatan senjata, sehingga warga sipil tidak bisa meninggalkan area-area yang dikepung dan bantuan yang siap diantarkan PBB dan mitra-mitra kami ke area-area yang dikepung tidak bisa masuk," sebutnya.

Ditambahkan Kaneko bahwa Guterres akan membahas lebih lanjut soal jeda kemanusiaan itu dalam kunjungannya ke Moskow.

Rusia melancarkan invasi militer ke Ukraina sejak 24 Februari lalu. Ribuan orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam pertempuran di Ukraina. Lebih dari 12 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan sejauh ini.

Simak Video '2.000 Pasukan Ukraina Terkepung di Pabrik Azovstal, Putin Batalkan Penyerbuan':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT