Mengemuka Kritik ke Kanada Gegara Ekspor Ilegal Sampah ke Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Apr 2022 21:03 WIB
Ilustrasi sampah di pantai
Ilustrasi sampah (Getty Images/iStockphoto/Inside Creative House)
Ottawa -

Kritik mengemuka terhadap Pemerintah Kanada usai mencuatnya temuan sampah ilegal negara tersebut yang diekspor ke negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia. Tayangan program dokumenter investigasi Kanada, Fifth Estate, juga menyoroti hal tersebut.

Tak hanya itu, kritikan juga datang dari aktivis Indonesia yang mendunia yakni Nina Azzahra. Nina bahkan mengirimkan surat kepada pemerintah Kanada, tepatnya ke Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau untuk memintanya menghentikan pengiriman sampah ilegal ke Indonesia.

Negara tersebut juga bahkan dikritik sejumlah pihak akibat enggan membuka nama-nama perusahaan yang kedapatan melanggar undang-undang lingkungan dan hukum internasional.

Seperti dilansir CBC, Jumat (22/4/2022), hasil penyelidikan Fifth Estate bersama Enquete, yang tayang di televisi terkemuka Kanada CBC, mendapati sedikitnya 123 kontainer telah dikembalikan ke Kanada dalam lima tahun terakhir. Pengembalian itu dilakukan usai otoritas negara lain menemukan banyak pelanggaran aturan ekspor limbah internasional yang dimaksudkan untuk menghentikan negara-negara Barat membuang sampah mereka ke negara-negara berkembang.

Selain itu, para aktivis muda dan pemerintah berbagai negara juga telah mendorong larangan ekspor limbah negara Barat ke negara berkembang. Salah satunya yakni Nina yang masih berusia 14 tahun dan memiliki banyak follower di media sosial setelah upayanya meyakinkan negara-negara Barat untuk berhenti mengirim sampah ke Indonesia.

Perwakilan dari beberapa negara, termasuk Jerman, Australia, dan Belanda, telah bertemu dengan Nina dan berjanji untuk mengubah kebijakan ekspor mereka.

Sejak tahun 2020, Nina yang fasih berbahasa Inggris ini pun telah mengirimkan dua surat kepada PM Trudeau. Surat tersebut mempertanyakan alasan Pemerintah Kanada mengirim sampah ke Indonesia.

"Perdana Menteri yang terhormat, mengapa Anda mengirim sampah Anda ke negara kami? Anda seharusnya mengurus sampah Anda sendiri di negara Anda sendiri," demikian bunyi penggalan surat Nina untuk PM Trudeau yang dibacakannya dalam tayangan dokumenter Fifth Estate.

Simak selengkapnya nasib surat Nina di halaman berikutnya.