Strategi Putin Uji Coba Rudal Antarbenua Agar Musuh Pikir 2 Kali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Apr 2022 06:03 WIB
The Sarmat intercontinental ballistic missile is launched during a test at Plesetsk cosmodrome in Arkhangelsk region, Russia, in this still image taken from a video released on April 20, 2022. Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. MANDATORY CREDIT.
Foto: Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS
Moskow -

Rusia menggelar uji coba rudal antarbenua di tengah perang dengan Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut uji coba dilakukan agar musuh berpikir dua kali.

Dilansir dari AFP, Kamis (24/4/2022), Putin mengatakan Rusia telah berhasil menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat pada hari Rabu (20/4) waktu setempat. Putin menyebut senjata yang mampu membawa muatan nuklir itu akan membuat musuh-musuh Kremlin 'berpikir dua kali'.

Sarmat - dijuluki Setan 2 oleh para analis Barat - adalah salah satu rudal generasi berikutnya yang disebut Putin 'tak terkalahkan' dan yang juga termasuk rudal hipersonik Kinzhal dan Avangard.

Bulan lalu, Rusia mengatakan telah menggunakan Kinzhal untuk pertama kalinya dalam peperangan untuk menyerang target di Ukraina, di mana pasukan Rusia telah terlibat dalam apa yang diklaim Putin sebagai operasi militer khusus sejak 24 Februari.

"Saya mengucapkan selamat kepada Anda atas keberhasilan peluncuran rudal balistik antarbenua Sarmat," kata Putin kepada militer Rusia dalam sambutannya yang disiarkan televisi.

"Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan membuat mereka yang dalam panasnya retorika agresif, mencoba mengancam negara kita, akan berpikir dua kali," sambung Putin.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan uji coba rudal antarbenua itu 'berhasil' berlangsung di kosmodrom Plesetsk di Rusia utara.

"Sarmat adalah rudal paling kuat dengan jangkauan penghancuran target terpanjang di dunia, yang secara signifikan akan meningkatkan kekuatan tempur pasukan nuklir strategis negara kita," kata kementerian itu.

Spesifikasi

Rudal balistik antarbenua superberat Sarmat itu dirancang untuk menghindari sistem pertahanan anti-rudal. Rudal tersebut memiliki fase dorongan awal yang singkat sehingga memberi sistem pengawasan musuh peluang kecil untuk dilacak.

Rudal itu memiliki berat lebih dari 200 ton dan mampu mengangkut banyak hulu ledak. Putin mengatakan rudal itu dapat mengenai target apa pun di Bumi.

Lihat video 'Rusia Luncurkan Rudal Balistik Antar Benua':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.