ADVERTISEMENT

AS Setop Uji Coba Rudal Anti-Satelit, Jadi yang Pertama di Dunia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 20 Apr 2022 11:14 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
ilustrasi (Foto: AP/Alex Brandon)
Jakarta -

Amerika Serikat mengumumkan komitmen untuk menghentikan uji coba rudal anti-satelit yang menghasilkan puing-puing berbahaya di luar angkasa. Sebuah tindakan yang digambarkan sebagai "langkah penting" oleh kepala NASA.

Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (20/4/2022), Amerika Serikat, negara pertama di dunia yang membuat janji semacam itu, mendorong negara-negara lain untuk mengikuti jejaknya, dengan tujuan membangun "norma internasional baru untuk perilaku bertanggung jawab di luar angkasa," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

"Ini sangat penting karena semakin banyak negara dan entitas non-pemerintah yang bergantung pada layanan antariksa dan aset antariksa yang rentan terhadap puing-puing," imbuh Gedung Putih.

Pengumuman itu muncul lima bulan setelah Rusia menghancurkan salah satu satelitnya sendiri dalam uji coba rudal, yang menciptakan awan puing dan memaksa tujuh awak di Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk sementara berlindung di pesawat mereka.

Washington mengecam insiden itu sebagai "berbahaya dan tidak bertanggung jawab."

Rusia dan Amerika Serikat termasuk di antara segelintir negara yang memiliki senjata anti-satelit berteknologi tinggi yang dikenal sebagai ASAT. Rudal tersebut juga telah digunakan oleh China dan India.

"Tidak ada keraguan bahwa penerbangan antariksa manusia dan masa depan lingkungan luar angkasa tidak sesuai dengan uji coba rudal ASAT yang merusak," kata kepala NASA Bill Nelson dalam sebuah pernyataan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT