Kecaman di Mana-mana Buntut Politisi Bakar Al-Qur'an di Swedia

ADVERTISEMENT

Kecaman di Mana-mana Buntut Politisi Bakar Al-Qur'an di Swedia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Apr 2022 03:02 WIB
Kopenhagen -

Pemimpin partai sayap kanan garis keras di Denmark, Starm Kurs, Rasmus Paludan, membakar salinan Al-Qur'an. Sejumlah negara termasuk Indonesia mengecam aksi Rasmus Paludan!

Awal Pembakaran

Peristiwa pembakaran Al-Qur'an terjadi pada Kamis (14/4) waktu setempat. Rasmus Paludan, didampingi polisi, pergi ke ruang publik terbuka di Linkoping selatan dan meletakkan kitab suci dan membakarnya.

Aksi pembakaran itu sempat diwarnai dengan protes. Akan tetapi, Rasmus Paludan mengabaikan protes itu.

Politisi kelahiran Turki Mikail Yuksel, yang mendirikan Partai Warna Berbeda di Swedia, mengatakan provokasi Islamofobia dari politisi anti-Islam rasis di bawah perlindungan polisi terus berlanjut di kota-kota di seluruh Swedia.

Yuksel mengatakan Paludan secara khusus memilih lingkungan yang padat penduduk Muslim dan tempat-tempat dekat masjid untuk provokasi.

"Di Swedia, yang membela hak asasi manusia, kebebasan beragama dan hati nurani dengan nada tertinggi, Al-Qur'an dibakar di lingkungan Muslim di bawah perlindungan polisi," kata Yuksel.

Dia mengatakan bahwa polisi setempat menyerukan umat Islam untuk menggunakan akal sehat karena kitab suci mereka dibakar tepat di depan mata mereka.

3 Orang Terluka

Aksi Rasmus Paludan ini menyebabkan demonstrasi di sekitar lokasi. Ada tiga orang terluka akibat bentrokan ini.

Dilansir dari Reuters, Senin (18/4/2022), pengunjuk rasa yang tidak senang dengan aksi Rasmus Paludan menyerang polisi sebelum demonstrasi ekstremis sayap kanan yang direncanakan dimulai. Mereka beraksi karena saat membakar Al-Qur'an Rasmus dikawal oleh polisi setempat.

"Tiga orang tampaknya telah terkena pantulan dan sekarang dirawat di rumah sakit. Ketiga orang yang terluka ditangkap karena dicurigai melakukan kejahatan," kata polisi dalam sebuah pernyataan online dan menambahkan tidak ada cedera yang mengancam jiwa.

Terkait demonstrasi tersebut, sebanyak 26 orang ditangkap oleh kepolisian Swedia. Polisi menyebut delapan orang ditangkap di kota Norrkoping dan 18 orang ditahan di kota Linkoping.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT