Menhan AS: Putin Sudah Menyerah untuk Taklukkan Ibu Kota Ukraina

ADVERTISEMENT

Menhan AS: Putin Sudah Menyerah untuk Taklukkan Ibu Kota Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 13:21 WIB
Russian President Vladimir Putin listens to St. Petersburgs governor Alexander Beglov during their meeting in the Kremlin in Moscow, Russia, Tuesday, March 1, 2022. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Washington DC -

Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyerah untuk menaklukkan Kiev, ibu kota Ukraina, setelah pasukannya menghadapi perlawanan sengit militer Ukraina.

"Putin berpikir dirinya bisa dengan sangat cepat mengambil alih negara Ukraina, dengan sangat cepat menguasai ibu kota. Dia salah," ucap Austin dalam sesi rapat dengan Komisi Angkatan Bersenjata Senat di Kongres AS, seperti dilansir AFP, Jumat (8/4/2022).

"Saya pikir Putin telah menyerah dalam upayanya merebut ibu kota dan sekarang fokus di wilayah selatan dan timur negara itu," ujar Austin.

Namun soal arah perang secara keseluruhan sekitar enam pekan usai Rusia menginvasi Ukraina, Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley menuturkan dalam rapat yang sama, bahwa itu masih tidak jelas.

Milley menyatakan agar bisa 'memenangkan' pertempuran, Ukraina harus tetap menjadi negara bebas dan merdeka, dengan wilayah yang diakui tetap utuh. "Itu akan sangat sulit. Itu akan menjadi kerja keras yang panjang," sebutnya.

"Bagian pertama mungkin telah dilancarkan dengan sukses," ucap Milley merujuk pada invasi ke Ukraina pada 24 Februari lalu. "Namun ada pertempuran signifikan yang akan terjadi di wilayah tenggara, di sekitar Donbas di mana Rusia berniat untuk mengerahkan pasukan massal dan melanjutkan serangan mereka," imbuhnya.

"Jadi saya pikir ini menjadi pertanyaan terbuka sekarang, bagaimana ini berakhir," ujarnya.

Austin juga menyatakan kepada para anggota Kongres bahwa AS akan memberikan informasi intelijen kepada militer Ukraina untuk mendukung pertempuran di Donbas, yang dikuasai separatis pro-Rusia dan kini mendapat dukungan langsung dari tentara Rusia.

Simak Video 'Putin Ingatkan Sanksi Barat ke Rusia Ibarat Pedang Bermata Dua':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT