International Updates

Pentagon Komentari Rusia Kurangi Aktivitas Militer, Zelensky Ragukan Rusia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Mar 2022 18:14 WIB
Gedung pemerintah daerah Mykolaiv, Ukraina, hancur diserang Rusia. Tak hanya merusak bangunan, sejumlah orang pun dilaporkan tewas imbas serangan tersebut.
kerusakan di Ukraina akibat invasi Rusia (Foto: AP Photo/Petros Giannakouris)
Jakarta -

Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menepis pengumuman Rusia soal pengurangan aktivitas militer di sekitar Kiev, ibu kota Ukraina. Menurut Pentagon, Rusia tidak berniat menarik pasukannya, tapi hanya memposisikan ulang 'sejumlah kecil' pasukannya di dekat Kiev.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (30/3/2/2022), Pentagon juga menyebut Rusia mungkin bersiap melancarkan 'serangan besar' di area-area lainnya di Ukraina.

"Kami melihat sejumlah kecil sekarang yang tampaknya bergerak menjauh dari Kiev, ini terjadi pada hari yang sama ketika Rusia mengatakan mereka menarik diri," ujar juru bicara Pentagon, John Kirby.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (30/3/2022):

- Presiden Ukraina Ragu Rusia Kurangi Aktivitas Militer: Kami Tidak Naif!

Ukraina meragukan janji Rusia untuk mengurangi aktivitas militer di sekitar ibu kota Kiev dan Chernihiv. Terlebih, negara-negara Barat justru memperkirakan Moskow akan meningkatkan serangan di wilayah Ukraina lainnya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (30/3/2022), Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Alexander Fomin, baru saja mengumumkan bahwa Rusia akan mengurangi aktivitas militer secara drastis di sekitar Kiev dan Chernihiv, setelah kemajuan dinilai tercapai dalam perundingan damai di Istanbul, Turki.

Namun pengumuman Fomin itu tidak menyebut wilayah-wilayah lainnya di Ukraina yang dilanda gempuran dan pertempuran sengit, termasuk di sekitar Mariupol yang terletak di bagian tenggara Ukraina, kemudian Sumy dan Kharkiv di bagian timur, dan Kherson juga Mykolaiv di bagian selatan.

"Ukraina bukan orang-orang naif," ucap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataan pada Selasa (29/3) tengah malam, menanggapi pengumuman Rusia itu.

- Arab Saudi Izinkan Wanita 45 Tahun ke Atas Jalani Umrah Tanpa Mahram

Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa jemaah wanita kini bisa mendapatkan visa umrah tanpa pendamping laki-laki atau mahram. Namun ada satu syarat yang harus dipenuhi, yakni jemaah wanita itu harus berusia 45 tahun ke atas.

Seperti dilansir media lokal Saudi Gazette, Rabu (30/2/2022), Kementerian Urusan Haji dan Umrah Saudi mengumumkan bahwa hanya wanita berusia 45 tahun ke atas yang bisa mendapatkan visa umrah tanpa mahram.

Umrah tanpa mahram itu juga berlaku untuk jemaah wanita dari luar negeri.

Namun dijelaskan juga oleh Kementerian Urusan Haji dan Umrah bahwa umrah tanpa mahram itu hanya bisa dijalani wanita berusia 45 tahun ke atas secara berkelompok atau dalam rombongan.

- Langka, Presiden Palestina Kecam Penembakan Tewaskan 5 Warga Israel

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengeluarkan kecaman yang langka atas serangan penembakan yang menewaskan lima warga Israel di Bnei Brak, dekat Tel Aviv pada Selasa (29/3) malam waktu setempat.

"[Presiden] menyatakan kecamannya atas pembunuhan warga sipil Israel malam ini, menekankan bahwa pembunuhan warga sipil Palestina dan Israel hanya akan memperburuk situasi," kata kantor Abbas dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan kantor berita Palestina, Wafa.