ADVERTISEMENT

Astronaut AS-Rusia Pulang Bareng ke Bumi di Tengah Invasi Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Mar 2022 14:24 WIB
Washington DC -

Seorang astronaut Amerika Serikat (AS) dan dua kosmonaut Rusia dijadwalkan pulang bersama ke Bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ini terjadi di tengah ketegangan AS-Rusia terkait perang di Ukraina. Mereka akan berbagi tempat di dalam kapsul Soyuz buatan Rusia.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (30/3/2022), kapsul Soyuz yang membawa astronaut NASA Mark Vande Hei dan kosmonaut Rusia Anton Shkaplerov dan Pyotr Dubrov dijadwalkan berangkat dari ISS sekitar pukul 06.45 GMT atau pada Rabu (30/3) waktu setempat.

Kapsul Soyuz itu kemudian akan melakukan pendaratan parasut di wilayah Kazakhstan bagian tengah sekitar 5 jam kemudian.

Zona pendaratan itu terletak sekitar 400 kilometer sebelah timur laut fasilitas peluncuran luar angkasa Rusia di Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.

Vande Hei (55) kembali ke Bumi setelah menyelesaikan misi kedua di ISS. Dia akan mencetak rekor baru untuk ketahanan di luar angkasa bagi astronaut AS selama 355 hari berturut-turut berada di orbit. Rekor itu menggeser rekor tahun 2016 yang dipegang oleh astronaut AS Scott Kelly yang berada di orbit selama 340 hari.

Rekor dunia sepanjang masa untuk tinggal paling lama di luar angkasa masih dipegang oleh kosmonaut Rusia Valeri Polyakov, yang berada di stasiun luar angkasa Mir selama lebih dari 14 bulan sebelum kembali ke Bumi tahun 1995 silam.

Sementara Dubrov (40) yang berangkat ke ISS bersama Vande Hei pada April tahun lalu, juga akan menuntaskan misi luar angkasa pertamanya. Badan Antariksa AS atau NASA menyebut Dubrov berbagi 5.680 orbit Bumi dan lebih dari 150 juta mil di luar angkasa bersama Vande Hei.

Sedangkan Shkaplerov (50) yang baru saja mengakhiri rotasinya sebagai komandan ISS terkini, merupakan kosmonaut veteran yang telah menjalani empat misi ke orbit luar angkasa. Dia tercatat berada di luar angkasa selama total 708 hari, melampaui Vande Hei selama total 523 hari.

Kembalinya astronaut AS dan kosmonaut Rusia secara bersama-sama dari ISS ini diawasi secara erat untuk tanda-tanda eskalasi ketegangan antara Washington dan Moskow terkait invasi ke Ukraina yang meluas hingga ke dalam kerja sama luar angkasa sejak lama antara kedua negara.

Saat mengumumkan sanksi ekonomi AS terhadap pemerintahan Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin, Presiden Joe Biden memerintahkan pembatasan ekspor teknologi tinggi terhadap Moskow yang disebutnya dirancang untuk 'menurunkan' industri dirgantara Rusia, termasuk program luar angkasa.

Direktur Jenderal badan luar angkasa Rusia, Roscosmos, Dmitry Rogozin, mengecam sanksi-sanksi AS via Twitter dengan menyebutnya bisa 'menghancurkan' kerja tim dalam ISS dan memicu jatuhnya ISS dari orbit luar angkasa.

Rogozin kemudian mengumumkan bahwa Rusia akan berhenti memasok atau memberikan jasa mesin roket buatan Rusia yang digunakan dua pemasok NASA, sembari mencetuskan agar astronaut AS berangka dengan 'sapu' ke orbit luar angkasa.

NASA dalam tanggapannya menegaskan bahwa awak AS maupun Rusia di ISS mengetahui peristiwa di Bumi, namun tetap bekerja bersama secara profesional tanpa ketegangan.

(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT