ADVERTISEMENT

Tanda Tanya Boeing 737-800 Jatuh Vertikal di Pegunungan China

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 20:55 WIB
Pesawat Eastern Airlines
Pesawat China Eastern Airlines jatuh vertikal (20Detik)
Beijing -

Pesawat Boeing milik maskapai China jatuh vertikal menghunjam bumi. Tanda tanya besar muncul, mengapa jatuhnya bisa seperti demikian?

Dilansir AFP, Selasa (22/3/2022), burung besi yang bernasib nahas itu adalah Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines bernomor penerbangan MU5735. Pesawat itu berusia enam tahun.

Pesawat itu jatuh membawa serta 132 penumpang. Tak ada kabar selamatnya manusia dari tragedi transportasi udara ini.

Awalnya, pesawat itu lepas landas dari Bandara Changsui Kunming, Senin (21/3) pukul 13.15 siang waktu setempat. Pesawat itu terbang menuju Guangzhou, dijadwalkan mendarat pukul 15.07 waktu setempat.

Sayang sekali, pesawat itu tidak pernah sampai di Guangzhou. Jam menunjukkan pukul 14.22 waktu setempat saat radar gagal melacak keberadaannya.

Di atas pegunungan kawasan Guangxi, dekat kota Wuzhou, China bagian selatan, terjadilah tragedi itu. Pesawat jatuh vertikal.

Simak selengkapnya:

Simak Video: Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Boeing Segerakan Investigasi

[Gambas:Video 20detik]



Pesawat jatuh vertikal

Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menunjukkan pesawat itu turun tajam dari ketinggian 29.100 kaki atau 8,8 km menjadi 7.850 kaki atau 2,3 km hanya dalam waktu satu menit.

Selanjutnya, pesawat itu sempat berusaha naik sebentar sekitar 20 detik, tapi akhirnya jatuh saat berada pada ketinggian 0,98 km atau 3.225 kaki.

Keterangan seorang warga setempat yang bermarga Li kepada media lokal Beijing Youth Daily menuturkan bahwa pada Senin (21/3) siang sekitar pukul 14.00 waktu setempat, dirinya yang sedang mengemudi tiba-tiba melihat sebuah pesawat terjatuh dari udara di depan matanya.

"Pesawat itu jatuh secara vertikal dari langit. Meskipun saya jauh, saya masih bisa melihat bahwa itu adalah sebuah pesawat," tutur Li.

Detik-detik pesawat China Eastern Airlines terekam kamera saat jatuh menukik dalam kondisi vertikal (dok Istimewa)Detik-detik pesawat China Eastern Airlines terekam kamera saat jatuh menukik dalam kondisi vertikal (dok Istimewa)

"Pesawat itu tidak mengeluarkan asap saat jatuh, pesawat itu jatuh ke pegunungan dan memicu kebakaran, dan kemudian banyak asap mengepul keluar," imbuhnya.

Selanjutnya, tanda tanya:

Tanda tanya kenapa bisa jatuh vertikal

Kepala Editor Aerospace Knowledge yang berbasis di Beijing, Wang Ya'nan, menuturkan kepada Global Times bahwa menilai dari data penerbangan, tidak ada informasi untuk mengindikasikan pilot melakukan kontak apapun dengan kontrol di daratan.

Wang memperkirakan pesawat kemungkinan mengalami mati mesin pada ketinggian jelajah, yang membuat pilot kehilangan kendali atas pesawat. Situasi itu, sebut Wang, bisa menjadi kegagalan teknis yang sangat serius di mana pesawat mau tidak mau harus mengalami penurunan ketinggian dalam kecepatan tinggi.

Namun demikian, tambah Wang, penyebab spesifik dari kecelakaan ini hanya bisa diketahui hingga kotak hitam pesawat ditemukan dan dianalisis. Tanda tanya besar masih ada.

Jean-Paul Troadec, mantan direktur Biro Penyelidikan dan Analisis Prancis untuk Keselamatan Penerbangan Sipil, mengatakan kepada AFP bahwa "terlalu dini" untuk menarik kesimpulan, tetapi dia mengatakan pola data FlightRadar tersebut "sangat tidak biasa", yakni pesawat turun dari ketinggian dalam waktu cepat.

Analis penerbangan yang berbasis di Amerika Serikat, Robert Mann dari RW Mann & Company mengatakan, para penyelidik akan membutuhkan perekam data penerbangan untuk memahami apa yang mungkin menyebabkan penurunan mendadak tersebut. Pengamat berpengalaman bernama Dan Elwell berbicara.

"Kecelakaan yang dimulai pada ketinggian jelajah biasanya disebabkan oleh cuaca, sabotase yang disengaja, atau kesalahan pilot," kata Dan Elwell, mantan kepala Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) kepada Reuters.

Paramilitary police officers work at the site where a China Eastern Airlines Boeing 737-800 plane flying from Kunming to Guangzhou crashed, in Wuzhou, Guangxi Zhuang Autonomous Region, China March 21, 2022. Picture taken March 21, 2022. China Daily via REUTERS  ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.Puing-puing pesawat China Eastern Airlines Boeing 737-800, 21 Maret 2022. China Daily via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT. Foto: VIA REUTERS/CHINA DAILY

Elwell, yang memimpin FAA selama krisis 737-MAX, mengatakan kegagalan mekanis pada jet komersial modern jarang terjadi di ketinggian jelajah.

Seperti dilansir China Global Television Network (CGTN), Selasa (22/3/2022), Kepala Eksekutif Boeing, Dave Calhoun, dalam suratnya pada Senin (21/3) waktu setempat menawarkan dukungan penuh dari para pakar teknisnya untuk penyelidikan yang dipimpin Otoritas Penerbangan Sipil China (CAAC).

"Kami sangat sedih dengan berita kecelakaan yang melibatkan pesawat 737-800 milik China Eastern Airlines," sebut Calhoun dalam pernyataannya.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT