Koalisi Arab Saudi Klaim Houthi Lancarkan 4 Serangan, Mobil-Rumah Warga Rusak

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Mar 2022 11:32 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Pemberontak Houthi di Yaman (Foto: AP Photo/Hani Mohammed, File)
Riyadh -

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim kelompok Houthi melancarkan empat serangan terhadap kerajaan tersebut. Sejumlah mobil dan rumah warga sipil rusak, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Dilansir Reuters, Minggu (20/3/2022) Kantor Berita Negara Saudi (SPA) mengatakan empat serangan itu menyasar pabrik desalinasi air di kota Al-Shaqeeq, fasilitas Aramco di Jizan, pembangkit listrik di kota Dhahran al Janub selatan, dan fasilitas gas di Khamis Mushait.

Televisi pemerintah al-Ekhbariya kemudian mengutip pernyataan koalisi. Koalisi Saudi menyebut telah mencegat dan menghancurkan tiga pesawat tak berawak atau drone yang menargetkan fasilitas ekonomi. Koalisi juga menggagalkan serangan terhadap fasilitas Aramco Liquefied Natural Gas (LNG) di kota Yanbu.

Belakangan serangan Houthi terbaru menargetkan fasilitas ekonomi dan sipil di Arab Saudi. Serangan, yang terdiri dari rudal balistik, drone dan rudal jelajah, dilakukan sebagai tanggapan atas seruan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk melakukan pembicaraan.

Diketahui GCC, yang berbasis di Saudi, berencana untuk mengundang pihak Yaman termasuk Houthi untuk melakukan konsultasi di Riyadh bulan ini.

Pada hari Rabu (16/3), Houthi mengatakan mereka akan menyambut pembicaraan dengan koalisi yang dipimpin Saudi jika tempat tersebut adalah negara netral.

Adapun pembicaraan yang menjadi prioritas adalah mencabut pembatasan "sewenang-wenang" di pelabuhan Yaman dan bandara Sanaa.

(izt/gbr)