Mali Tangguhkan Siaran Radio-Televisi Prancis

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 18 Mar 2022 03:01 WIB
Members of the military junta arrive with their escorts at the Malian Ministry of Defence in Bamako on August 19, 2020. - The military junta that took power in Mali on August 19, 2020, asked that the population resume
Ilustrasi/militer Mali (Foto: AFP/MALIK KONATE)
Bamako -

Junta militer yang berkuasa di Mali mengeluarkan prosedur penangguhan terhadap siaran radio RFI Internasional dan televisi France 24. Mali menduga berita pada radio dan televisi itu melaporkan tuduhan palsu mengenai pelecehan oleh tentara Mali.

Dilansir Reuters dan AFP, Kamis (17/3/2022), junta dalam sebuah pernyataan mengatakan tuduhan tersebut dibuat oleh kepala komisi hak asasi PBB Michelle Bachelet dan kelompok hak asasi Human Rights Watch, kemudian dilaporkan dalam berita oleh RFI dan France 24 minggu ini.

"Dengan tegas menolak tuduhan palsu ini terhadap FAMA (Angkatan Bersenjata Mali) yang pemberani," kata juru bicara Kolonel Abdoulaye Maiga.

Junta sedang memulai penangguhan kedua media itu. Penangguhan dilakukan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Memulai proses untuk menangguhkan siaran oleh RFI dan France 24... sampai pemberitahuan lebih lanjut," katanya dalam pernyataan tertanggal Rabu waktu setempat.

Pada Selasa waktu setempat Human Rights Watch mengatakan tentara Mali bertanggung jawab atas pembunuhan sedikitnya 71 warga sipil sejak awal Desember.

Junta Mali telah melancarkan dua kudeta sejak Agustus 2020. Junta menyebut laporan itu sebagai hype media.

"Adalah strategi terencana yang bertujuan untuk mengacaukan transisi politik, menurunkan moral rakyat Mali dan mendiskreditkan tentara Mali," demikian pernyataan junta Mali.

Laporan Reuters menyebut kedua media itu masih mengudara di Mali pada Kamis pagi. Junta tidak memberikan rincian prosedur, atau mengatakan kapan siaran akan ditangguhkan. Sementara itu, kantor berita AFP Prancis sebelumnya melaporkan penangguhan itu sudah berlaku.

France Medias Monde, perusahaan induk milik negara yang mencatat France 24 dan RFI di antara anak perusahaannya, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

(lir/lir)