Corona Melonjak Tajam, China Siapkan Lebih Banyak Tempat Tidur RS

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 16:47 WIB
Workers control access into a closed off community on Sunday, March 13, 2022, in Beijing. The number of new coronavirus cases in an outbreak in Chinas northeast tripled Sunday and authorities tightened control on access to Shanghai in the east, suspending bus service to the city of 24 million and requiring a virus test for anyone who wants to enter. (AP Photo/Ng Han Guan)
Situasi di China yang masih dilanda wabah Corona varian Omicron (dok. AP/Ng Han Guan)
Beijing -

Otoritas China mengambil langkah untuk membebaskan lebih banyak tempat tidur rumah sakit saat menghadapi gelombang virus Corona (COVID-19) yang dipicu varian Omicron, yang memicu ribuan kasus baru dan menempatkan jutaan orang di bawah lockdown.

Seperti dilansir AFP, Rabu (16/3/2022), otoritas kesehatan China mencatat 3.290 kasus baru Corona sepanjang Rabu (16/3) waktu setempat, yang mencakup 11 kasus parah. Jumlah itu masih lebih rendah dari sehari sebelumnya, atau pada Selasa (15/3), ketika China mencatat 5.280 kasus Corona dalam sehari -- yang mencetak rekor tertinggi selama pandemi.

Varian Omicron yang sangat menular memberikan tantangan terberat bagi strategi nol-COVID yang dipegang teguh China untuk mengatasi pandemi. China yang menjadi lokasi pertama kemunculan kasus Corona pada akhir tahun 2019 lalu, tidak melaporkan kematian baru akibat Corona selama lebih dari setahun terakhir.

Di bawah protokol COVID-19 yang ketat, China sebelumnya mengirimkan semua pasien dengan gejala apapun ke rumah sakit spesialis. Namun lonjakan tajam kasus Corona yang tercatat beberapa waktu terakhir, memicu kekhawatiran soal kurangnya tempat tidur rumah sakit untuk para pasien Corona.

Dalam pernyataan pada Selasa (15/3) waktu setempat, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) menyatakan bahwa para pasien dengan kasus COVID-19 yang tergolong ringan bisa menjalani isolasi di fasilitas karantina pusat untuk meredakan beban rumah sakit.

"Para pasien dengan varian Omicron yang sebagian besar merupakan infeksi tanpa gejala dan kasus-kasus ringan, kebanyakan dari mereka tidak memerlukan perawatan serius," sebut Komisi Kesehatan Nasional China dalam pernyataannya.

"Semua yang dirawat di rumah sakit yang ditetapkan akan memakan banyak sumber daya medis," imbuh pernyataan tersebut.

Simak Video: Strategi China Lawan Gempuran Omicron Siluman

[Gambas:Video 20detik]