ADVERTISEMENT

Barack Obama Positif Corona, Dorong Warga AS Divaksinasi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 09:36 WIB
Mantan Presiden AS Barack Obama (AP Photo)
Mantan Presiden AS Barack Obama (dok. AP Photo)
Washington DC -

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengumumkan dirinya telah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Namun Obama dinyatakan menderita kasus COVID-19 yang tergolong ringan karena telah divaksinasi. Dia pun mendorong warga AS lainnya untuk juga divaksinasi.

"Tenggorokan saya gatal selama beberapa hari, tapi saya merasa baik-baik saja sebaliknya," ucap Obama dalam pernyataan via Twitter pada Minggu (13/3) waktu AS, seperti dilansir AFP, Senin (14/3/2022).

Dia menambahkan bahwa istrinya, Michelle, telah menjalani tes Corona dan sejauh ini dinyatakan negatif.

"Michelle dan saya bersyukur karena telah divaksinasi dan mendapatkan booster," imbuh Obama.

Dalam pernyataannya, Obama juga menegaskan kembali dukungannya untuk vaksin Corona. Dia menyebut bahwa hasil tes positif Corona yang didapatnya menjadi 'pengingat untuk divaksinasi jika Anda belum melakukannya, bahkan ketika kasusnya menurun'.

Diketahui bahwa Obama bersama para mantan Presiden AS lainnya seperti Jimmy Carter, George W Bush, Bill Clinton dan para mantan Ibu Negara AS, muncul bersama dalam video berdurasi 1 menit yang dirilis Maret lalu, yang isinya mendukung program vaksinasi di AS.

"Vaksin ini berarti harapan. Itu akan melindungi Anda dan orang-orang yang Anda cintai dari penyakit berbahaya dan mematikan ini," ucap Obama dalam video itu.

Diketahui bahwa meskipun pendukung antivaksinasi marak di AS, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan bahwa lebih dari 80 persen warga AS yang berusia 5 tahun ke atas telah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin Corona.

CDC juga melaporkan bahwa jumlah kasus harian Corona di AS menurun drastis, dengan rata-rata sekitar 35.000 kasus per hari pada pertengahan Maret dibandingkan puncak pada pertengahan Januari lalu dengan rata-rata 810.000 kasus per hari.

Simak juga 'Moderna Rancang Vaksin Hibrida Penangkis Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT