ADVERTISEMENT

Tuduhan Senjata Biologi Ukraina Dibalas NATO 'Amunisi' Kimia Rusia

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 05:01 WIB
NATO Secretary General Jens Stoltenberg gives a press conference on Russias military operation in Ukraine after talks with President of the European Council and European Commission President, at NATO headquarters in Brussels on February 24, 2022. - Russias President Vladimir Putin has launched a military operation in Ukraine on February 24, 2022 after weeks of intense diplomacy and the imposition of Western sanctions on Russia that failed to deter him. (Photo by JOHN THYS / AFP)
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg (AFP/JOHN THYS)

Rusia pun meminta digelar rapat mendadak Dewan Keamanan PBB pada Jumat (11/3) lalu untuk membahas tudingan tersebut.

Dalam rapat itu, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menuduh Ukraina mengoperasikan jaringan 30 laboratorium yang melakukan 'eksperimen biologis sangat berbahaya' yang bertujuan menyebarkan 'patogen virus' dari kelelawar ke manusia.

Patogen itu, sebut Nebenzia, mencakup wabah, antraks, kolera dan penyakit mematikan lainnya. Klaim dan tuduhan itu disampaikan Nebenzia tanpa menyodorkan bukti kuat yang mendukung.

PBB Bantah Klaim Rusia

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) membantah klaim Rusia soal program senjata biologis Ukraina. Negara-negara Barat bahkan menuduh Rusia melakukan 'kebohongan' dan 'omong kosong'. Negara-negara Barat menuduh Rusia telah menyebarkan teori konspirasi 'liar' dalam forum PBB sebagai dalih awal untuk meluncurkan serangan biologis atau serangan kimia mereka sendiri dalam invasinya ke Ukraina.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Perlucutan Senjata, Izumi Nakamitsu, menegaskan dalam rapat itu bahwa PBB 'tidak mengetahui adanya bukti soal program senjata biologis di Ukraina'.

Baik Ukraina maupun AS dan Rusia telah bergabung dalam larangan internasional untuk senjata biologis semacam tu.

Namun diketahui di bawah perjanjian tahun 2005, Pentagon membantu sejumlah laboratorium kesehatan umum di Ukraina dengan meningkatkan keamanan patogen berbahaya dan teknologi yang digunakan dalam penelitian. Upaya ini didukung oleh negara-negara lainnya dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Duta Besar Inggris untuk PBB, Barbara Woodward, menyebut Rusia sengaja memanfaatkan Dewan Keamanan PBB untuk melontarkan 'serangkaian teori konspirasi luar, sungguh tidak berdasar dan tidak bertanggung jawab'.

"Biarkan saya menjelaskannya secara diplomatis: itu benar-benar omong kosong. Tidak ada sedikitpun bukti yang kredibel bahwa Ukraina memiliki program senjata biologis," tegasnya.

Senada dengan Woodward, Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, menuduh Rusia meminta digelarnya rapat mendadak Dewan Keamanan PBB untuk 'satu-satunya tujuan berbohong dan menyebarkan informasi keliru'.

Dia menyatakan AS 'sangat prihatin' bahwa Rusia menyerukan rapat Dewan Keamanan PBB sebagai bagian dari 'upaya bendera palsu' -- semacam operasi kambing hitam -- untuk menggunakan senjata kimianya sendiri di Ukraina.

"Rusia memiliki rekam jejak dalam menuduh secara keliru negara-negara lain untuk pelanggaran yang sebenarnya dilakukan Rusia sendiri," sebut Thomas-Greenfield. "Kami memiliki kekhawatiran serius bahwa Rusia mungkin berencana untuk menggunakan agen kimia atau biologis terhadap rakyat Ukraina," imbuhnya.


(izt/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT