Tuduhan Senjata Biologi Ukraina Dibalas NATO 'Amunisi' Kimia Rusia

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 05:01 WIB
NATO Secretary General Jens Stoltenberg gives a press conference on Russias military operation in Ukraine after talks with President of the European Council and European Commission President, at NATO headquarters in Brussels on February 24, 2022. - Russias President Vladimir Putin has launched a military operation in Ukraine on February 24, 2022 after weeks of intense diplomacy and the imposition of Western sanctions on Russia that failed to deter him. (Photo by JOHN THYS / AFP)
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg (AFP/JOHN THYS)
Jakarta -

NATO membalas tudingan Rusia terhadap Ukraina soal program senjata biologis. Rusia disebut mungkin saja menggunakan senjata kimia untuk melancarkan invasinya ke Ukraina.

Dilansir Reuters, Minggu (13/3/2022, balasan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam sebuah wawancara yang dimuat surat kabar Jerman Welt am Sonntag. Stoltenberg khawatir jika Rusia memang benar menggunakan senjata kimia, akan terjadi kejahatan perang di Ukraina.

"Dalam beberapa hari terakhir, kami telah mendengar klaim yang tidak masuk akal tentang laboratorium senjata kimia dan biologi," kata Stoltenberg, seraya menambahkan bahwa Kremlin sengaja menciptakan dalih palsu untuk membenarkan apa yang tidak dapat dibenarkan.

"Sekarang setelah klaim palsu ini dibuat, kita harus tetap waspada karena ada kemungkinan bahwa Rusia sendiri dapat merencanakan operasi senjata kimia di bawah kebohongan yang dibuat-buat ini. Itu akan menjadi kejahatan perang," kata Stoltenberg dalam wawancara tersebut.

Stoltenberg juga menyampaikan bahwa meskipun orang-orang Ukraina melawan invasi Rusia dengan berani, hari-hari ke depan kemungkinan akan membawa kesulitan yang lebih besar jika dugaan tersebut terjadi.

Tudingan Rusia Soal Program Senjata Biologis

Sebelumnya Rusia menuduh Ukraina memiliki program senjata biologis yang didanai oleh Amerika Serikat (AS). Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan dalam briefing yang disiarkan televisi bahwa "tujuan ini - dan penelitian biologi lainnya yang didanai Pentagon di Ukraina - adalah untuk membangun mekanisme penyebaran diam-diam dari patogen-patogen mematikan."

Konashenkov mengklaim kementeriannya telah memperoleh dokumen yang merinci kegiatan biologi-militer AS di Ukraina, termasuk transfer biomaterial Ukraina ke luar negeri. Dia mengatakan Amerika Serikat "berencana untuk melakukan penelitian tentang patogen burung, kelelawar dan reptil", serta flu babi Afrika dan antraks.

"Biolaboratorium yang didirikan dan didanai di Ukraina telah bereksperimen dengan sampel virus Corona kelelawar," tambahnya.

Simak kelanjutannya di halaman berikut ini

Saksikan Video 'Rusia Temukan 30 Lab Biologis Berbahaya Sokongan AS di Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]