Bentrok Antarsuku di Darfur Sudan Pecah, 16 Orang Tewas-16 Lainnya Terluka

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 09 Mar 2022 05:33 WIB
Bentrokan antara polisi Israel dengan warga Palestina terjadi di area Masjid Al-Aqsa. Ratusan orang terluka akibat bentrokan yang terjadi usai buka puasa itu.
Ilustrasi bentrokan (Foto: Getty Images/Amir Levy)
Khartoum -

Bentrokan antarsuku di wilayah Darfur Sudan pecah. Akibat bentrokan itu, sedikitnya 16 orang tewas dan 16 lainnya luka-luka.

"Petugas medis telah menghitung 16 kematian dan 16 terluka sebagai akibatnya," kata Komite Dokter di Darfur Barat, seperti dilansir dari AFP, Rabu (9/3/2022).

Bentrokan tersebut terjadi pada Sabtu (5/3) dan Senin (7/3). Suku yang terlibat bentrok adalah anggota suku Massalit Afrika dan suku Arab di pegunungan Jebel Moon dekat perbatasan dengan Chad dan negara bagian Darfur Barat.

Darfur telah menyaksikan lonjakan konflik sejak Oktober yang dipicu oleh perselisihan atas tanah, ternak dan akses ke air dan penggembalaan. Sekitar 250 orang telah tewas dalam pertempuran antara penggembala dan petani, terutama di Darfur Barat. Ribuan orang mengungsi dari rumah mereka.

Tidak jelas apa yang memicu pertempuran terbaru di Jebel Moon, di mana bentrokan juga terjadi akhir tahun lalu.

Darfur dirusak oleh perang saudara yang meletus pada tahun 2003, mengadu pemberontak etnis minoritas yang mengeluhkan diskriminasi terhadap pemerintah presiden Omar al-Bashir yang didominasi Arab.

Khartoum menanggapi dengan melepaskan milisi Janjaweed yang dipersalahkan atas kekejaman termasuk pembunuhan, pemerkosaan, penjarahan dan pembakaran desa.

Menurut PBB, lebih dari 300 ribu orang tewas dan 2,5 juta mengungsi selama kekerasan.

Bashir, yang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan genosida di Darfur digulingkan pada April 2019 dan dipenjara setelah protes massal menentang pemerintahannya selama tiga dekade.

Konflik utama di Darfur telah mereda dan kesepakatan damai dicapai dengan kelompok pemberontak utama pada tahun 2020. Namun dalam sebuah laporan bulan lalu para ahli PBB mengatakan beberapa kelompok bersenjata utama dari Darfur menerima pembayaran dan dukungan logistik sebagai imbalan atas pengiriman ribuan tentara bayaran ke Libya.

Bentrokan terbaru mencerminkan gangguan keamanan yang lebih luas di Darfur menyusul kudeta militer tahun lalu yang dipimpin oleh panglima militer Abdel Fattah al-Burhan di Khartoum. Perebutan kekuasaannya menarik kecaman internasional yang luas dan memicu protes massa termasuk di Darfur.

Simak juga 'Warga Sudan Kembali Demo ke Jalan!':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)