ISIS Serang Bus Militer Suriah, 15 Tentara Tewas

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 17:13 WIB
Ilustrasi militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)
kelompok ISIS (Foto: AFP)
Jakarta -

Lima belas tentara Suriah tewas dalam serangan terhadap sebuah bus militer di gurun Suriah tengah. Kelompok pemantau HAM Suriah menyebut serangan itu dilakukan oleh kelompok ISIS.

Meskipun "kekhalifahan" ISIS telah jatuh pada 2019, kelompok itu terus melancarkan serangan mematikan dari tempat persembunyian di gurun Suriah, yang membentang dari pinggiran ibu kota Damaskus hingga perbatasan Irak.

Dilansir dari kantor berita AFP, Senin (7/3/2022), kelompok pemantau konflik Suriah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang berbasis di Inggris, menyatakan bahwa sel-sel ISIS "menyerang sebuah bus militer" di gurun Palmyra pada Minggu (6/3) sore waktu setempat. Menurut Observatorium, 15 tentara Suriah tewas dan 18 lainnya luka-luka dalam serangan itu.

Sementara kantor berita negara Suriah, SANA melaporkan 13 orang tewas "termasuk petugas" dan 18 terluka dalam "serangan teroris" di sebuah bus militer pada Minggu sore.

Observatorium, yang mengandalkan jaringan sumber di seluruh Suriah, mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat karena sebagian besar tentara "terluka parah".

Observatorium mengatakan bahwa serangan itu terjadi setelah tiga tentara Suriah tewas pada Jumat (4/3) lalu di timur Palmyra ketika kendaraan yang mereka tumpangi diserang.

Sepanjang tahun ini, menurut Observatorium, 61 tentara pro-rezim dan milisi yang berafiliasi dengan Iran telah tewas dalam serangan ISIS di gurun Suriah tersebut.

Sekitar setengah juta orang telah tewas dan jutaan orang mengungsi sejak konflik Suriah meletus pada 2011, setelah protes nasional terhadap pemerintah ditanggapi dengan tindakan keras. Sejak itu, kekerasan meningkat menjadi perang tak berkesudahan yang menarik kekuatan regional dan internasional.

Pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurashi meledakkan dirinya pada awal Februari lalu selama serangan pasukan Amerika Serikat di rumahnya di wilayah Idlib, barat laut Suriah, benteng terakhir oposisi Suriah.

Simak juga video 'Munarman Tanya Ahli: Bicara Syariat Islam Termasuk Wujudkan ISIS?':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)