ADVERTISEMENT

Pemimpin Barat Ramai-ramai Kutuk Serangan Rusia ke PLTN Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Mar 2022 18:16 WIB
This image made from a video shows Zaporizhzhia nuclear plant in Enerhodar, Ukraine on Oct. 20, 2015. Russian forces pressed their attack on a crucial energy-producing city by shelling Europe’s largest nuclear plant early Friday, March 4, 2022, sparking a fire and raising fears that radiation could leak from the damaged power station. (AP Photo)
Ilustrasi -- PLTN Zaporizhzhia di Ukraina (dok. Zaporizhzhia nuclear power plant via AP)
London -

Para pemimpin negara-negara Barat kompak mengutuk serangan pasukan Rusia terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina, yang merupakan pembangkit nuklir terbesar di Eropa.

Rusia dituduh membahayakan nyawa jutaan orang dengan melancarkan perang besar-besaran di Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/3/2022), kecaman pertama datang dari Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, yang menyebut tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam Eropa.

"Tindakan sembrono Presiden Putin sekarang dapat secara langsung mengancam keselamatan seluruh Eropa," sebut Johnson dalam pernyataannya.

PM Italia Mario Draghi menyebut serangan Rusia ke PLTN Zaporizhzhia itu sebagai 'serangan keji' yang mengancam semua orang.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengecam serangan keji oleh Rusia terhadap pembangkit tenaga nuklir Zaporizhzhia, serangan terhadap keamanan semua orang," demikian pernyataan kantor kepresidenan Italia.

"Uni Eropa harus terus memberikan reaksi dengan persatuan dan dengan tekad penuh, bersama dengan sekutu-sekutunya, untuk mendukung Ukraina dan melindungi warga Eropa," imbuh pernyataannya itu.

Kecaman keras juga datang dari PM Norwegia Jonas Gahr Store. "Serangan semacam ini jelas gila," cetusnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT