ADVERTISEMENT

Macron Telepon Presiden Belarusia: Jangan Jadi Kaki Tangan Rusia!

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 27 Feb 2022 11:34 WIB
French President Emmanuel Macron talks to journalists Tuesday June 8, 2021 at the Hospitality school in Tain-lHermitage, southeastern France. French President Emmanuel Macron has been slapped in the face by a man during a visit in a small town of southeastern France, Macrons office confirmed. (Philippe Desmazes, Pool via AP)
Emmanuel Macron (Foto: Philippe Desmazes, Pool via AP)
Paris -

Presiden Prancis Emmanuel Macron menelepon Presiden Belarusia Alexander Lukashenko di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Macron meminta kepada Lukashenko agar Belarusia tidak menuruti perintah Rusia.

Dilansir dari Associated Press, Minggu (27/2/2022), percakapan telepon antara Macron dan Lukashenko terjadi pada Sabtu (26/2). Macron mengecam keputusan pihak Belarusia yang dianggap 'membantu' Rusia dalam invasi ke Ukraina.

Macron mengecam "beratnya keputusan yang akan mengizinkan Rusia untuk menyebarkan senjata nuklir di tanah Belarusia," sebuah pernyataan istana kepresidenan Prancis.

Macron mengingatkan persaudaraan antara Ukraina dan Belarusia. Ia menyebut persaudaraan itu harus membuat Belarusia "menolak menjadi pengikut dan kaki tangan Rusia dalam perang melawan Ukraina," kata pernyataan itu.

Diketahui, Belarusia menjadi salah satu titik strategis pasukan Rusia menggempur Ukraina. Belarusia merupakan salah satu jalan alternatif pasukan Rusia bergerak ke ibu kota Ukraina, Kiev.

Macron dalam beberapa hari terakhir terus mengupayakan gencatan senjata. Ia menelepon sejumlah pejabat negeri untuk mengutamakan diplomasi.

Korban Jiwa Berjatuhan

Baku tembak terjadi di sejumlah titik di Ukraina. Hal itu menyebabkan sebuah apartemen di Kota Kharkiv terkena tembakan artileri pasukan Rusia hingga menewaskan seorang wanita.

Dilansir dari CNN, Layanan Darurat Negara Ukraina mengkonfirmasi hal tersebut. Artileri itu menghantam lantai 9 apartemen.

Bangunan tersebut rusak parah. Sekitar 80 penghuninya berhasil diselamatkan. Sebagian besar penghuni kini berlindung di ruang bawah tanah.

Simak Video: Serangan Rusia Ledakkan Kilang Minyak Ukraina

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT