Rusia Perintahkan Perluas Serangan Usai Ukraina Tolak Dialog di Belarus

Rusia Perintahkan Perluas Serangan Usai Ukraina Tolak Dialog di Belarus

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 27 Feb 2022 00:44 WIB
Ukraina-Rusia: Pasukan Rusia kini sudah masuk ibu kota Ukraina, beberapa ledakan terdengar
Ilustrasi (Foto: BBC World)
Moskow -

Kementerian Pertahanan Rusia memerintahkan tentaranya untuk memperluas serangan ke segala arah di Ukraina. Perintah itu dikeluarkan setelah Kiev menolak mengadakan pembicaraan di Belarus.

Dilansir AFP, Sabtu (26/2/2022), pasukan Rusia telah melakukan serangan ke Ibu Kota Ukraina Kiev sebelum jatuh kembali ke pinggiran. Rusia menghadapi perlawanan keras pada hari ketiga invasi yang diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin.

"Setelah pihak Ukraina menolak proses negosiasi, hari ini semua unit diberi perintah untuk mengembangkan kemajuan dari segala arah sesuai dengan rencana operasi," kata juru bicara militer Rusia Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kremlin mengatakan bahwa Putin siap mengirim delegasi ke Belarus untuk melakukan pembicaraan dengan Ukraina. Akan tetapi Ukraina menginginkan pembicaraan di Warsawa, Polandia.

Konashenkov mengklaim bahwa pasukan Rusia tidak menargetkan wilayah sipil. Akan tetapi ada bukti yang tersebar luas tentang hal ini.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Ukraina mengatakan sedang diserang dari beberapa sisi, termasuk dari Belarus.

Ukraina mengatakan pada Sabtu waktu setempat bahwa sedikitnya 198 warga sipil. Di antaranya termasuk tiga anak-anak yang tewas sejak Moskow melancarkan serangan.

Rusia belum mengatakan berapa banyak tentaranya yang tewas dalam invasi, yang disebutnya 'operasi militer khusus' itu. Moskow telah mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk "de-Nazify" Ukraina.

Simak Video: News of The Week: Serangan Rusia ke Ukraina, Gempa Sumbar

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads