ADVERTISEMENT

Belanda Kirim Senapan Sniper dan Helm ke Ukraina untuk Hadapi Rusia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 19 Feb 2022 12:23 WIB
FILE - A convoy of Russian armored vehicles moves along a highway in Crimea, Tuesday, Jan. 18, 2022. With tens of thousands of Russian troops positioned near Ukraine, the Kremlin has kept the U.S. and its allies guessing about its next moves in the worst Russia-West security crisis since the Cold War. (AP Photo, File)
Foto: Konvoi kendaraan lapis baja Rusia di Crimea, yang dicaplok dari Ukraina tahun 2014 lalu (Foto: AP)
Jakarta -

Pemerintah Belanda akan mengirim peralatan militer ke Ukraina termasuk senapan sniper dan helm untuk mempertahankan diri dari kemungkinan serangan Rusia.

"Ukraina harus mampu mempertahankan diri terhadap kemungkinan serangan bersenjata Rusia di wilayahnya sendiri," kata Menteri Luar Negeri Belanda Wopke Hoekstra dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (19/2/2022).

"Itulah sebabnya kabinet memutuskan untuk memasok barang-barang militer ini ke Ukraina," imbuhnya.

Sebelumnya, negara anggota NATO lainnya, Jerman diejek oleh wali kota Kiev, ibu kota Ukraina karena mengirimkan helm ke negara tersebut dalam menghadapi ancaman invasi Rusia.

Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan, satu-satunya persenjataan mematikan yang akan dikirim pemerintah Belanda ke Ukraina terdiri dari 100 senapan sniper dengan 30.000 butir amunisi.

Belanda juga akan memasok 3.000 helm tempur dan 2.000 rompi berlapis baja "untuk perlindungan pribadi bagian tubuh vital", kata kementerian.

Belanda selanjutnya akan memasok 30 detektor logam, dua robot untuk mendeteksi ranjau laut, dua radar pengawasan medan perang dan lima radar lokasi senjata yang membantu pasukan mengetahui dari mana datangnya tembakan.

Sebelumnya pada Januari lalu, pemerintah Jerman menyatakan tidak akan mengirimkan senjata ke Ukraina, tetapi menawarkan untuk mengirim 5.000 helm sebagai gantinya. Langkah tersebut dikecam sebagai "lelucon mutlak" oleh Wali Kota Kiev Vitali Klitschko.

Belanda telah membangun hubungan dekat dengan Ukraina setelah tragedi pesawat MH17 pada tahun 2014, ketika sebuah penerbangan Malaysia Airlines yang terbang dari Amsterdam, Belanda ditembak jatuh di atas wilayah Ukraina timur pada tahun 2014, yang menewaskan keseluruhan 298 orang di dalamnya, 196 di antaranya warga Belanda.

Simak Video 'Tank-tank Tempur Beraksi, Angkatan Bersenjata Ukraina Unjuk Kekuatan':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT