Bangkitkan Industri Nuklir Prancis, Macron Niat Bangun 14 Reaktor

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Feb 2022 15:07 WIB
Low-cost nuclear power has been a mainstay of the French economy since the 1970s (JEAN-PHILIPPE KSIAZEK/AFP)
Ilustrasi -- Pembangkit nuklir di Prancis (dok. JEAN-PHILIPPE KSIAZEK/AFP)
Paris -

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyerukan 'kebangkitan' industri nuklir di negaranya. Macron mencetuskan keinginannya membangun 14 reaktor nuklir baru untuk mendukung transisi energi Prancis dari bahan bakar fosil.

Seperti dilansir AFP, Jumat (11/2/2022), mengakui keraguan Prancis dalam melanjutkan investasi pada sektor nuklir usai bencana Fukushima di Jepang tahun 2011, Macron menyerukan pertaruhan baru yang berani pada teknologi tersebut di samping energi terbarukan.

"Kita menuju pada elektrifikasi semua sektor, cara kita melakukan manufaktur, bergerak maju," ucap Macron dalam pidatonya saat mengunjungi pusat pembangkit listrik tenaga turbin di Prancis bagian selatan, dua bulan menjelang pemilihan presiden (pilpres).

"Kita akan perlu menghasilkan lebih banyak listrik," cetusnya.

Selain menyerukan investasi baru untuk tenaga surya, angin dan hidrogen, pengumuman utama yang disampaikan Macron adalah rencana memesan enam reaktor generasi baru EPR2 dari perusahaan listrik negara, EDF, sembari meluncurkan pengkajian untuk delapan reaktor lainnya.

"Apa yang harus kita bangun sekarang adalah kebangkitan industri nuklir Prancis karena ini momen yang tepat, karena ini hal yang tepat untuk negara kita, karena semuanya ada pada tempatnya," ujarnya.

Tenaga nuklir yang berbiaya rendah telah menjadi dukungan utama untuk perekonomian Prancis sejak tahun 1970-an, namun upaya-upaya terbaru untuk membangun reaktor rancangan Prancis di wilayahnya sendiri, di Inggris dan Prancis diwarnai biaya tambahan dan penundaan.

Simak juga 'Macron Bertemu Putin, Berharap Ketegangan Rusia-Ukraina Segera Mereda':

[Gambas:Video 20detik]