Angkatan Udara AS Harus Bayar Ganti Rugi Rp 3 T Atas Penembakan Gereja

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 16:07 WIB
People walk amongst US national flags erected by students and staff from Pepperdine University to honor the victims of the September 11, 2001 attacks in New York, at their campus in Malibu, California on September 10, 2015. The students placed some 3,000 flags in the ground in tribute to the nearly 3,000 victims lost in the attacks almost 14 years ago.      AFP PHOTO / MARK RALSTON / AFP / MARK RALSTON
Ilustrasi (dok. AFP PHOTO/MARK RALSTON)
Texas -

Seorang hakim federal Amerika Serikat (AS) memerintahkan Angkatan Udara AS untuk membayar lebih dari US$ 230 juta (Rp 3,3 triliun) sebagai ganti rugi kepada korban selamat dan keluarga korban tewas dalam penembakan di gereja Texas tahun 2017 lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (8/2/2022), sedikitnya 26 orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka saat Devin Patrick Kelley melepas tembakan secara brutal di First Baptist Church di Sutherland Springs, Texas, pada November 2017.

Kelley merupakan pelaku tindak kriminal yang pernah dihukum, yang memiliki riwayat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan gangguan kesehatan mental. Dia juga diketahui pernah bertugas di Angkatan Udara AS sebelum penembakan itu terjadi.

Dalam penembakan yang berujung Kelley menembak dirinya sendiri hingga tewas, tercatat sebagai penembakan massal terburuk dalam sejarah Texas.

"Pengadilan menyimpulkan bahwa pemerintah gagal mempraktikkan asas kehati-hatian yang beralasan dalam upayanya menyerahkan catatan kriminal Kelley kepada FBI dan bahwa pemerintah bertanggung jawab 60 persen atas luka-luka yang dialami penggugat," demikian putusan pengadilan federal AS.

Keluarga korban tewas dan para korban selamat mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS dengan mengklaim bahwa pemerintah bisa mencegah pelaku untuk mendapatkan senjata api secara legal.

Penggugat yang disebut dalam putusan diidentifikasi sebagai Joe Holcomber, yang bersama istrinya, Claryce, kehilangan sembilan anggota keluarga mereka, termasuk anak-anak, cucu dan cicit mereka, dalam penembakan brutal itu.

Tonton juga Video: Kenang Korban Covid, Lonceng Katedral AS Dibunyikan 900 Kali

[Gambas:Video 20detik]