ADVERTISEMENT

Tentara China Dituduh Siksa Remaja India yang Ditahan

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 12:30 WIB
Banjir bandang India yang dipicu longsornya gletser di kawasan Himalaya mengakibatkan sedikitnya 170 orang hilang. Proses pencarian korban masih terus dilakukan
ilustrasi Himalaya (Foto: AP Photo/Rishabh R. Jain)
Jakarta -

Seorang remaja India yang ditahan selama lebih dari seminggu oleh pasukan China di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan, telah disiksa saat berada dalam penahanan.

Dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (4/2/2022), remaja tersebut, Miram Teron sedang dalam perjalanan berburu di negara bagian Arunachal Pradesh ketika dia ditahan oleh tentara China, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Remaja berusia 17 tahun itu dipulangkan sembilan hari kemudian, tetapi ayahnya, Apang Teron mengatakan kepada AFP bahwa dia telah ditendang dan disetrum saat ditahan.

"Tangan Miram masih ada bekas borgol. Dia lemah dan shock," kata Apang Teron.

Sang ayah menambahkan, remaja itu dipaksa berjalan sambil ditutup matanya dan dengan tangan diikat di belakang punggungnya ke kamp PLA di mana dia dilecehkan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Arindam Bagchi mengatakan pada konferensi pers pada Kamis (3/2) bahwa pemerintah India telah membahas klaim penahanan Miram dengan China.

Militer India belum mengomentari klaim penyiksaan itu tetapi mengkonfirmasi pada 27 Januari bahwa remaja itu telah diserahkan.

Miram "bersemangat tinggi dan gembira bisa kembali ke negaranya", demikian pernyataan militer India pekan lalu.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT