Pasien Omicron Banjiri Rumah Sakit Prancis, Terbanyak Sejak 2020

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 18:44 WIB
Prancis kembali mencetak rekor kasus harian COVID-19 tertinggi. Selasa (28/12), kasus COVID-19 di negara itu dilaporkan tembus 179.807 kasus dalam 24 jam.
rawat inap pasien COVID-19 terus meningkat di Prancis (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Angka rawat inap pasien COVID-19 terus melonjak di rumah sakit di Prancis, di tengah penyebaran varian virus Corona yang sangat menular, Omicron. Bahkan pada Senin (17/1) waktu setempat, jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit Prancis naik sebanyak 888 orang, sehingga total jumlah pasien kini menjadi 25.775 orang.

Dilansir dari Reuters dan Channel News Asia, Selasa (18/1/2021), Kementerian Kesehatan Prancis mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan peningkatan harian terbesar sejak awal November 2020 - sebelum dimulainya kampanye vaksinasi di negara Eropa itu.

Terakhir kali jumlah pasien COVID-19 di atas 25.000 orang adalah pada 17 Desember 2020.

Data Kementerian Kesehatan pada Senin (17/1) juga menunjukkan jumlah pasien COVID-19 di unit perawatan intensif (ICU) bertambah 61 orang menjadi total 3.913 pasien, setelah stabil selama empat hari.

Pekan lalu, Institut Pasteur Prancis mengatakan bahwa mereka memperkirakan akan melihat puncak infeksi varian Omicron pada pertengahan Januari ini, diikuti oleh puncak angka rawat inap rumah sakit pada paruh kedua Januari.

Sebelumnya pada hari Minggu (16/1) waktu setempat, Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan lebih dari 278.000 kasus baru infeksi COVID-19, yang merupakan penurunan 6 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Pada hari Minggu tersebut, rata-rata pergerakan tujuh hari dari kasus baru COVID-19 turun menjadi 294.452 kasus, setelah mencapai rekor tertinggi lebih dari 297.000 kasus pada hari Sabtu (15/1) waktu setempat.

Pada hari Senin (17/1), kementerian melaporkan 102.144 kasus baru COVID-19 dalam sehari dan 296 kematian, sehingga total kematian menjadi 127.263.

Menurut Kementerian Kesehatan Prancis, sejauh ini hampir 78 persen populasi telah divaksinasi penuh.

(ita/ita)