Kereta Korut Perdana Lintasi China Sejak Pandemi, Perbatasan Dibuka?

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 15:32 WIB
The North Korean flag is seen in the countrys embassy compounds in Kuala Lumpur on March 19, 2021, after North Korea severed diplomatic ties with Malaysia in response to the extradition of a citizen to the US earlier this month. (Photo by Sazali Ahmad / AFP)
Ilustrasi (Foto: AFP/SAZALI AHMAD)
Jakarta -

Sebuah kereta kargo milik Korea Utara berhenti di kota perbatasan China. Hal ini menjadi penyeberangan pertama yang terjadi sejak Korea Utara memberlakukan lockdown perbatasan pada 2020 lalu.

Seperti dilansir Reuters dan South China Morning Post, Minggu (16/1/2022) hingga kini Korut belum secara resmi mengkonfirmasi kasus Covid-19. Untuk mencegahnya, sejak pandemi dimulai pada awal 2020 lalu, negara tersebut memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

Laporan kantor berita Yonhap mengatakan sebuah kereta barang Korut terlihat melintasi jembatan kereta api Sungai Yalu untuk tiba di kota Dandong, China pada hari Minggu (16/1). Yonhap menyebut ini menandai pertama kalinya Korut secara resmi membuka perbatasan daratnya dengan China.

"Tidak jelas apakah kereta itu membawa kargo ke China, tetapi kemungkinan akan kembali ke Korea Utara pada hari Senin dengan membawa 'bahan darurat'," demikian disampaikan sumber yang tidak diketahui identitasnya kepada Yonhap, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Diketahui kantor bea cukai di dekat Sungai Yalu telah ditutup secara efektif karena Korea Utara telah melarang warganya mengunjungi China. Restoran dan toko-toko yang dikelola oleh orang Korut di Dandong juga ditutup, dengan demikian perdagangan keduanya terhambat.

Adapun dari data milik China, terdapat beberapa perdagangan terbatas yang terus berlanjut. Sebagian besar pengiriman dilakukan melalui pelabuhan Korea Utara, bukan kereta api lintas batas.

Tak hanya Yonhap, kantor berita Kyodo Jepang juga melaporkan kedatangan kereta Korut tersebut.

Para pejabat di Seoul mengatakan akhir tahun lalu bahwa mereka mengawasi dengan cermat untuk dimulainya kembali lalu lintas kereta api lintas batas sebagai sinyal bahwa pembatasan mungkin dilonggarkan.

Menurut PBB, setelah hampir dua tahun penutupan perbatasan, beberapa bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Korut. Meski begitu, pengiriman pasokan utama termasuk makanan tetap diblokir.

Beberapa pengiriman nutrisi dan bantuan medis telah masuk ke negara itu setelah tiga bulan karantina di pelabuhan laut Nampo, tetapi belum ada konfirmasi pengiriman besar yang diangkut dengan kereta api.

China adalah sekutu terdekat dan paling berpengaruh Korea Utara dalam hal ekonomi, dengan lebih dari 90 persen dari perdagangannya berasal dari China.

(izt/dhn)