Rumah Sakit Kekurangan Staf Gegara Omicron, Inggris Kerahkan Militer

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 13:55 WIB
Polisi dan petugas forensik hadir di Rumah Sakit Wanita Liverpool pada 15 November 2021 di Liverpool, Inggris. Seorang pria tewas ketika taksi yang ditumpanginya meledak di luar Rumah Sakit Wanita Liverpool tepat sebelum pukul 11:00 kemarin. Pengemudi taksi terluka tetapi selamat. Detektif dari Polisi Kontra Terorisme North West mengatakan tiga pria di daerah Kensington di kota itu ditangkap berdasarkan Undang-Undang Terorisme.
ilustrasi (Foto: Getty Images/Christopher Furlong)
Jakarta -

Angkatan Bersenjata Inggris mengerahkan 200 personel militer ke rumah sakit-rumah sakit di seluruh London untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan.

Seperti diberitakan BBC, Sabtu (8/1/2022), Kementerian Pertahanan akan menyediakan 40 petugas medis pertahanan dan 160 personel tugas umum selama tiga minggu ke depan.

Rumah sakit di London telah sangat terpukul oleh ketidakhadiran staf akibat terinfeksi virus Corona, dengan ribuan orang sakit atau dikarantina ketika varian Omicron melonjak di ibu kota Inggris itu.

Menurut data dari Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris, sekitar 10.000 staf NHS di London saat ini tidak bekerja karena terinfeksi virus Corona. Di seluruh Inggris, lebih dari 82.000 petugas kesehatan tidak bekerja karena COVID-19 pada 2 Januari.

Tekanan pada rumah sakit di London telah meningkat selama sebulan terakhir, dengan 4.000 pasien saat ini dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dibandingkan dengan 1.100 pasien pada awal Desember 2021 lalu.

Direktur Royal College of Nursing untuk Inggris, Patricia Marquis, mengatakan pengerahan personel militer itu menunjukkan pemerintah tidak dapat menyangkal ada "krisis kepegawaian" di NHS.

"Perdana menteri dan lainnya tidak bisa lagi mengabaikan pertanyaan tentang kemampuan staf NHS untuk memberikan perawatan yang aman," katanya.

Di seluruh Inggris, sekitar 1.800 personel Angkatan Bersenjata mendukung respons NHS terhadap pandemi.