Pilu! Nyaris 100.000 Anak di Peru Kehilangan Ortu karena Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 15:28 WIB
Peru has the highest per capita death rate in the world (Ernesto BENAVIDES AFP/File)
Ilustrasi -- Peru memiliki angka kematian per kapita tertinggi di dunia (Ernesto BENAVIDES/AFP/File)
Lima -

Virus Corona (COVID-19) telah menewaskan setidaknya satu orangtua atau wali dari nyaris 100.000 anak di Peru. Angka kematian Corona per kapita di Peru tercatat sebagai yang tertinggi di dunia.

"Sangat disayangkan, negara kita mendapati nyaris 98.000 anak telah kehilangan ayah, ibu atau wali mereka selama pandemi," ucap Menteri Urusan Anak, Anahi Durand, dalam pernyataannya mengutip laporan jurnal medis The Lancet, seperti dilansir AFP, Jumat (7/1/2022).

Menurut analisis AFP, Peru memimpin dunia dalam keseluruhan angka kematian akibat Corona per kapita, dengan lebih dari 6.000 warga Peru per 1 juta orang meninggal akibat COVID-19.

Pemerintah Peru saat ini memberikan uang pensiun sebesar 200 Soles (Rp 723 ribu) setiap dua bulan kepada lebih dari 18.000 keluarga.

Durand berharap bisa memperluas tunjangan itu untuk mencakup dukungan psikologis dan pendidikan, dan agar menjangkau lebih dari 83.000 anak dan remaja.

Namun Durand juga mengakui bahwa masalah penting dalam sistem terkini di Peru adalah banyak keluarga tidak memiliki dokumen yang diperlukan agar bisa menerima tunjangan tersebut.

"Banyak keluarga datang kepada kami dan ingin mengakses dana pensiun, tapi mereka tidak memiliki sertifikat kematian untuk COVID-19 -- dalam gelombang pertama dan kedua, orang-orang meninggal di rumah, mereka tidak memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikat itu," tuturnya.

Negara dengan 33 juta jiwa penduduk ini tengah menghadapi gelombang ketiga Corona dan sejauh ini telah mencatat lebih dari 2 juta kasus. Sementara lebih dari 202.900 orang tewas akibat Corona sejak pandemi merebak awal tahun 2020 di Peru.

(nvc/ita)