Kazakhstan Memanas, Aparat Tewaskan Puluhan Demonstran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 15:15 WIB
Protesters try to speak to riot police as they gather in the center of Almaty, Kazakhstan, Wednesday, Jan. 5, 2022. Demonstrators denouncing the doubling of prices for liquefied gas have clashed with police in Kazakhstans largest city and held protests in about a dozen other cities in the country. Local news reports said police dispersed a demonstration of about a thousand people Tuesday night in Almaty and that some demonstrators were detained. (AP Photo/Vladimir Tretyakov)
kerusuhan di Kazakhstan (Foto: AP/Vladimir Tretyakov)
Jakarta -

Situasi di Kazakhstan memanas. Pasukan keamanan menewaskan puluhan demonstran yang mencoba menyerbu gedung-gedung pemerintah. Insiden ini terjadi setelah aliansi militer yang dipimpin Rusia setuju untuk mengirim pasukan guna membantu memadamkan kerusuhan yang meningkat di negara itu.

Kazakhstan yang kaya energi, kini tengah menghadapi krisis terbesarnya dalam beberapa dasawarsa, setelah aksi-aksi protes berhari-hari atas kenaikan harga bahan bakar meningkat menjadi kerusuhan yang meluas.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (6/1/2022), dalam kekerasan terburuk yang dilaporkan sejauh ini, polisi mengatakan puluhan orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan di gedung-gedung pemerintah di kota terbesar di negara itu, Almaty pada Rabu (5/1) malam waktu setempat.

"Tadi malam, pasukan ekstremis mencoba menyerang gedung-gedung pemerintah, departemen kepolisian kota Almaty, serta komisariat polisi setempat. Puluhan penyerang dibunuh," kata juru bicara polisi Saltanat Azirbek seperti dikutip oleh kantor berita Interfax-Kazakhstan, TASS dan Ria Novosti.

Video di media sosial pada hari Kamis ini menunjukkan toko-toko dijarah dan sejumlah bangunan terbakar di Almaty. Suara tembakan otomatis terdengar di jalan-jalan dan warga berteriak ketakutan.

Protes menyebar ke seluruh negara berpenduduk 19 juta jiwa itu minggu ini dalam kemarahan atas kenaikan harga LPG, yang banyak digunakan untuk bahan bakar mobil di barat negara itu.

Simak Video: Mencekam! Kazakhstan Ricuh, Kediaman Presiden Dibakar-Kabinet Mundur

[Gambas:Video 20detik]