China Hukum Pejabat Usai Geger Wanita Hamil Keguguran di Kota Xi'an

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 11:47 WIB
Kota Xian di China dilokcdown ketat imbas lonjakan kasus COVID-19. Jutaan penduduk kota itu pun tak diziinkan bepergian tanpa alasan yang jelas.
potret kota Xi'an yang di-lockdown (Foto: Shao Rui/Xinhua via AP)
Jakarta -

Otoritas China telah menghukum sejumlah pejabat setelah viralnya rekaman video seorang wanita hamil delapan bulan yang mengalami keguguran di kota Xi'an ketika sebuah rumah sakit menolaknya masuk tanpa tes COVID-19. Insiden ini terjadi saat kota tersebut tengah di-lockdown untuk mengendalikan penyebaran virus Corona.

Kota bersejarah berpenduduk 13 juta jiwa itu telah berada di bawah lockdown ketat selama dua minggu seiring pemerintah China berpegang pada strategi "nol-COVID" untuk membasmi semua kasus infeksi Corona.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (6/1/2022), insiden menyedihkan itu diunggah ke media sosial oleh keponakan wanita itu pada 1 Januari lalu, yang mencakup foto dan video wanita yang duduk di bangku plastik dengan dikelilingi genangan darah di luar rumah sakit.

Postingan itu kemudian dihapus tetapi telah memicu kemarahan yang meluas secara online tentang kesulitan yang dihadapi beberapa penduduk kota Xi'an yang terkunci itu.

Menurut postingan 1 Januari yang menjadi viral tersebut, staf rumah sakit menolak untuk menerima wanita hamil itu karena dia tidak memiliki hasil tes negatif COVID-19 dalam 48 jam terakhir.

Keponakannya menulis bahwa dia memang memegang hasil tes negatif, tetapi itu telah kedaluwarsa hanya dalam beberapa jam.

Pemerintah kota Xi'an mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (6/1/2022) bahwa insiden di Rumah Sakit Xi'an Gaoxin tersebut telah menimbulkan "kekhawatiran luas dan menyebabkan dampak sosial yang buruk" dan biro kesehatan setempat sedang menyelidikinya.

Lihat juga video 'Jet Tempur F-16V Taiwan Berlatih Antisipasi Serangan Udara China':

[Gambas:Video 20detik]