Tradisi Tak Biasa Malam Pergantian Tahun di Prancis, 874 Mobil Dibakar

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 02 Jan 2022 11:17 WIB
Selama bertahun-tahun, masyarakat di Prancis melakukan tradisi unik tahun baru yaitu membakar kendaraan.
Mobil yang dibakar di Strasbourg, Prancis pada 1 Januari 2022 (Foto: CNN)
Jakarta -

Malam pergantian tahun di Prancis diwarnai dengan tradisi tak biasa yang telah dilakukan bertahun-tahun lamanya. Sedikitnya 874 mobil dibakar di seluruh Prancis pada malam tahun baru 2022.

Seperti dilansir dari CNN, Menteri Dalam Negeri Perancis, Gérald Darmanin mengatakan imbas pembatasan Covid-19, jumlah mobil yang dibakar pada pergantian tahun kali ini jumlahnya jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dalam siaran pers yang diterbitkan Kementerian Dalam Negeri Prancis pada Sabtu (1/1) lalu, Gérald Darmanin mengatakan pada 2019 lalu, ada 1.316 mobil yang dibakar di malam pergantian tahun. Meski jumlahnya lebih sedikit, pada perayaan tahun ini jumlah orang yang ditanyai perihal pembakaran lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya yaitu 441 orang. Sementara pada 2019 lalu, berjumlah 376 orang.

Pembakaran kendaraan juga terjadi di Strasbourg, kota di bagian timur laut Prancis. Akibat pembakaran kendaraan dan tong sampah di malam tahun baru, sebanyak 31 orang dibawa untuk diinterogasi oleh polisi.

Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa 6 di antara yang diamankan adalah anak di bawah umur yang melanggar jam malam. Sementara itu, sisanya diperiksa karena dugaan pembakaran. Akibat aksi pembakaran, empat petugas kepolisian menderita luka ringan.

Tak hanya itu, pihak berwenang di Yonne, Prancis juga mengamankan 1.500 orang lantaran melakukan pesta ilegal pada malam tahun baru. Mereka dianggap melanggar aturan pembatasan sosial Covid-19 yang saat ini berlaku di Prancis. Pihak berwenang akan menggelar investigasi terhadap organisasi ilegal yang menggelar pertemuan musik yang meriah di tengah aturan pembatasan yang berlaku di Prancis.

Diketahui Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan 232.200 kasus Corona pada Sabtu (1/1) lalu. Angka itu mencetak rekor tertinggi untuk lonjakan kasus Corona dalam sehari, juga menandai sudah tiga hari berturut-turut lonjakan kasus di Prancis menembus 200.000 kasus dalam sehari. Lonjakan ini menjadikan Prancis sebagai salah satu pusat gelombang penyebaran Omicron di kawasan Eropa.

Saat perayaan Malam Tahun Baru pada Jumat (31/12) waktu setempat, otoritas Paris membatalkan pertunjukan kembang api di Arc de Triomphe dan Champs d'Elysees karena dikhawatirkan akan memicu kerumunan banyak orang yang tidak saling menjaga jarak.

Lihat juga Video: Prancis Cetak Rekor! Kasus Covid-19 Tambah 208.000 Sehari

[Gambas:Video 20detik]



(izt/dhn)