Biden 'Patah Hati' Atas Wafatnya Aktivis Antirasisme Desmond Tutu

Eva Safitri - detikNews
Senin, 27 Des 2021 02:15 WIB
President Joe Biden attends the opening session of the COP26 U.N. Climate Summit, Monday, Nov. 1, 2021, in Glasgow, Scotland. (Erin Schaff/The New York Times via AP, Pool)
Joe Biden (Foto: AP Photo/Erin Schaff)
Jakarta -

Presiden AS Joe Biden mengatakan dirinya 'patah hati' atas meninggalnya Desmond Tutu. Dia mengatakan warisan uskup agung Afrika Selatan itu akan terus dikenang sepanjang zaman.

Dalam pernyataan bersama dengan Ibu Negara Jill Biden itu, Joe Biden memuji "keberanian dan kejelasan moral" dari ikon anti-apartheid yang telah meninggal di usia 90 tahun.

"Desmond Tutu mengikuti panggilan spiritualnya untuk menciptakan dunia yang lebih baik, lebih bebas, dan lebih setara," kata Biden, seperti dilansir dari AFP, Senin (27/12/2021).

Sebelumnya, kabar meninggalnya Desmond Tutu itu disampaikan oleh Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa.

"Meninggalnya Uskup Agung Emeritus Desmond Tutu adalah babak lain dari duka dalam perpisahan bangsa kita dengan generasi Afrika Selatan yang luar biasa, yang telah mewariskan kepada kita Afrika Selatan yang telah dibebaskan," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP dan BBC, Minggu (26/12/2021).

Presiden Ramaphosa mengatakan Tutu adalah "seorang pemimpin spiritual ikonik, aktivis anti-apartheid dan juru kampanye hak asasi manusia global".

Dia menggambarkannya sebagai "seorang patriot tanpa tandingan; seorang pemimpin berprinsip dan pragmatis yang memberi makna pada wawasan alkitabiah bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati."

"Seorang pria dengan kecerdasan luar biasa, integritas dan tak terkalahkan melawan kekuatan apartheid, dia juga lembut dan rentan dalam belas kasihnya bagi mereka yang telah menderita penindasan, ketidakadilan dan kekerasan di bawah apartheid, dan orang-orang yang tertindas dan tertindas di seluruh dunia." imbuhnya.

(eva/eva)