Didemo Warga soal Korupsi, Gubernur-gubernur di Irak Pilih Resign

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 25 Des 2021 15:05 WIB
Demonstrasi di Jembatan Zeitoun, Nasiriyah, Irak, 28 November 2021. (Asaad Niazi/AFP)
Demonstrasi di Jembatan Zeitoun, Nasiriyah, Irak, 28 November 2021. (Asaad Niazi/AFP)
Najaf -

Gubernur di Irak ini langsung mundur alias resign setelah didemo oleh warganya terkait perkara korupsi dan kehidupan masyarakat. Ternyata, langkah mundur seperti itu tidak hanya ditunjukkan satu gubernur saja.

Dilansir AFP, Sabtu (25/12/2021), Gubernur Provinsi Najaf bernama Louai al-Yasseri mundur sehari setelah Gubernur Provinsi Nasiriyah juga mundur dari jabatannya. Para pemrotes melakukan aksi yang juga berujung kekerasan.

Puluh ribu demonstran turun ke jalan untuk meluapkan kemarahannya terhadap korupsi, pengangguran, dan hancurnya pelayanan publik. Ada ratusan orang yang berprotes sambil melakukan aksi kekerasan.

Gubernur Najaf, Yasseri, mengumumkan lewat jumpa pers bahwa dia meninggalkan jabatannya saat dia berada di kota suci kaum Syiah. Demikian disampaikan Agensi Berita Irak.

Pemimpin terkemuka Syiah Irak, Moqtada Sadr, sudah melancarkan kritik keras sebelumnya. Moqtada sendiri adalah seorang 'kingmaker' setelah pemilu legislatif Oktober. Dia mengunjungi Najaf pada Rabu (22/12) setelah dia menerima laporan soal korupsi.

"Kami akan bekerja untuk membubarkan pemerintahan gubernur Najaf dan menggantinya secara legal," kata Moqtada Sadr. Jumat sore, Sadr menerima pengunduran diri gubernur itu. Dia menilai langkah itu sudah tepat.

Selanjutnya, ada Gubernur Nasiriyah yang mengundurkan diri juga: