ADVERTISEMENT

Gempuran Koalisi Arab Saudi Hancurkan 9 Gudang Senjata Houthi di Yaman

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 15:46 WIB
A Houthi militia inspects the rubble of a building destroyed following an air strike by the Saudi-led coalition targeting Houthi weapons storage in Sanaa on Dec. 21, 2021. (AFP)
Milisi Houthi di Sanaa, Yaman, memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat gempuran udara koalisi pimpinan Arab Saudi (AFP)
Sanaa -

Pasukan koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara untuk menghancurkan persenjataan milik pemberontak Houthi yang menguasai ibu kota Sanaa di Yaman. Sedikitnya sembilan gudang senjata Houthi dilaporkan hancur dalam serangan itu.

Seperti dilansir Arab News, Jumat (24/12/2021), sejumlah sumber koalisi pimpinan Saudi menyatakan bahwa pemberontak Houthi sebelumnya telah diperingatkan untuk memindahkan persenjataannya dari area padat penduduk.

Laporan media lokal Al-Ekhbariyah menyebut para pendukung Houthi berhasil memindahkan persenjataan ke kamp Al-Tashreefat saat mendekati batas waktu, namun koalisi Saudi memergoki mereka dan mengambil tindakan yang diperlukan.

Pasukan koalisi pimpinan Saudi disebut telah menghancurkan sembilan gudang senjata Houthi di kamp tersebut.

Serangan udara itu dilancarkan setelah Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sebelumnya menyita sejumlah besar senjata dari sebuah kapal pencari ikan, yang diyakini berlayar menuju Yaman pada Senin (20/12) waktu setempat.

Kapal tanpa bendera yang diyakini berlayar dari Iran itu, dihadang oleh kapal patroli Angkatan Laut AS di bagian utara Laut Arab, dekat Oman dan Pakistan.

Personel Angkatan Laut AS yang naik ke atas kapal itu mendapati 1.400 unit senapan ala Kalashnikov dan 226.600 amunisi, juga mengamankan lima awak kapal berkewarganegaraan Yaman.

Iran diyakini mendukung pemberontak Houthi dalam konflik Yaman, dalam upaya merebut kekuasaan di negara miskin yang terletak di sebelah selatan Saudi itu.

Sejak koalisi Saudi melancarkan operasi militer untuk membantu pemerintah Yaman tahun 2015, pemberontak Houthi tanpa henti meluncurkan rudal, roket dan serangan drone ke pusat-pusat sipil di Yaman dan Saudi.

(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT