Corona Melonjak Bikin 13 Juta Warga Sekota Kena Lockdown di China

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 08:13 WIB
Xian -

Kasus Corona (COVID-19) kembali melonjak di negeri tirai bambu. Akibatnya lonjakan itu, Pemerintah China pun terpaksa me-lockdown satu kota berpenduduk 13 juta jiwa.

Seperti dilansir AFP, Kamis (23/12/2021), Kota Xian yang berada di sisi utara China terpaksa ditutup total. Otoritas kota tersebut juga bahkan memperketat pengendalian perjalanan di wilayahnya

Lockdown itu sendiri diberlakukan setelah otoritas kota setempat menemukan 52 kasus baru Corona dalam sehari. Tambahan itu membuat total kasus terkait wabah baru Corona yang muncul sejak 9 Desember di kota itu menjadi 143 kasus.

Atas temuan itu lah, akhirnya otoritas setempat mengambil langkah pengetatan pun diambil oleh otoritas setempat. Mulai tengah malam pada Kamis (23/12) waktu setempat, seluruh rumah di kota itu hanya diperbolehkan 'mengirimkan satu anggota rumah tangga ke luar rumah setiap dua hari sekali untuk membeli kebutuhan'.

Dalam pernyataan via Weibo, pemerintah kota Xi'an memerintahkan semua warganya untuk tidak pergi ke luar rumah kecuali ada urusan mendesak.

"Warga tidak seharusnya meninggalkan kota kecuali diperlukan," sebut pemerintah kota Xi'an dalam pernyataannya.

Selain itu, warga yang ingin bepergian juga wajib menunjukkan bukti adanya 'situasi khusus'. Mereka juga harus mengajukan izin ke otoritas setempat.

Lockdown ketat ini diberlakukan sehari setelah otoritas kota Xi'an melakukan tes Corona massal terhadap seluruh warganya. Selama lockdown diterapkan, terminal bus jarak jauh ditutup sementara dan otoritas setempat mendirikan pos pemeriksaan di ruas jalanan yang mengarah ke luar kota Xi'an.

Tak hanya itu, lebih dari 85 persen penerbangan dari dan ke kota tersebut juga ditangguhkan. Di dalam kota Xi'an sendiri, kapasitas penumpang untuk bus dan kereta api dipangkas.

Sementara seluruh tempat bisnis non-esensial dan fasilitas publik selain supermarket, toko kelontong dan institusi medis diperintahkan untuk tutup. Para pegawai pemerintah setempat juga diminta untuk bekerja dari rumah masing-masing.

Tidak hanya itu, otoritas kota Xi'an juga menangguhkan pertemuan skala besar termasuk aktivitas di taman-taman outdoor. Museum yang menjadi lokasi Tentara Terakota yang terkenal di dunia, juga ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.