Rusia Veto Resolusi PBB yang Kaitkan Perubahan Iklim dengan Keamanan Global

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 13:40 WIB
Rusia dan Cina Veto Perpanjangan Koridor Bantuan Kemanusiaan di DK PBB
ilustrasi (Foto: DW (News))
Jakarta -

Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang secara resmi mengaitkan perubahan iklim dengan keamanan global, yang didukung oleh mayoritas negara anggota DK PBB.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (14/12/2021), didukung oleh Niger dan Irlandia, draf resolusi tersebut meminta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres untuk "mengintegrasikan risiko keamanan terkait iklim sebagai komponen utama ke dalam strategi pencegahan konflik yang komprehensif."

Draf tersebut mendapat dukungan dari 12 negara anggota DK PBB, atau nyaris semua dari total 15 negara anggota DK PBB. Dalam voting DK PBB yang digelar Senin (13/12) waktu setempat, China memutuskan untuk abstain, sementara India menolak draf tersebut, dengan alasan bahwa pemanasan global terutama merupakan masalah yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi, bukannya keamanan internasional.

Draf resolusi tersebut telah meminta Sekjen PBB untuk melaporkan dalam waktu dua tahun "tentang implikasi keamanan" dari perubahan iklim pada isu-isu yang ditangani oleh Dewan Keamanan, dan mencari rekomendasi tentang bagaimana risiko ini dapat ditangani.

Sejumlah diplomat yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut bahwa veto yang dilakukan Rusia sulit dipahami mengingat resolusi itu sendiri "tidak radikal".

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan "tidak ada pembenaran" untuk veto Moskow tersebut.

"Krisis iklim adalah krisis keamanan," katanya.