Kasus Corona Kian Ganas, Prancis Percepat Vaksinasi Sebelum Natal

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 12 Des 2021 09:59 WIB
Surat bebas COVID-19 jadi syarat untuk kunjungi museum hingga bioskop di Prancis. Hal itu dilakukan guna antisipasi lonjakan kasus COVID-19 imbas varian Delta.
Kasus Corona Kian Ganas, Prancis Percepat Vaksinasi Sebelum Natal -- ilustrasi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kasus COVID-19 melonjak drastis di Prancis. Pihak berwenang akan mempercepat program vaksinasi dan bakal menggunakan terapi antibodi untuk para pasien yang terinfeksi.

"Orang-orang dapat merayakan Natal secara normal, tetapi kita harus menghormati aturan dan mendapatkan vaksinasi," kata Perdana Menteri Prancis Jean Castex kepada France Blue di wilayah Alsace Jumat (10/12) malam waktu setempat.

Seperti dilansir kantor berita AFP dan Business Standars, Minggu (12/12/2021), dalam seminggu terakhir, Prancis mencatat rata-rata harian kasus lebih dari 44.000. Angka ini lebih tinggi 36% dari minggu sebelumnya.

Sementara itu, angka rawat inap mingguan COVID-19 naik 1.120 kasus, naik 41% dari seminggu sebelumnya. Kondisi ini membuat pemerintah menutup klub malam mulai Senin (13/12) hingga 6 Januari 2022 mendatang hingga memperketat aturan social distancing, baik di ruang tertutup maupun di luar ruangan (outdoor).

Castex mengatakan pemerintah tidak mempertimbangkan lockdown lainnya yang akan membatasi atau melarang acara publik dan pertemuan sosial.

"Dengan lebih dari 48 juta dari 67 juta orang Prancis divaksinasi penuh dan puluhan ribu mendaftar untuk suntikan pertama atau dosis booster, negara ini dapat melewati musim liburan tanpa batasan tambahan pada kehidupan publik," kata Perdana Menteri.

"Petugas kesehatan di Prancis memberikan 700.000 dosis vaksin sehari," lanjutnya, seraya menambahkan bahwa 90% penduduk Prancis memiliki setidaknya satu dosis vaksin.

Sementara itu, Prancis masih mempertimbangkan apakah akan mengizinkan vaksin untuk anak-anak usia 5-11 tahun.

Untuk remaja usia 12 tahun ke atas atau yang dianggap berisiko komplikasi dari COVID-19 bisa menjalani vaksinasi mulai 15 Desember mendatang.