Tentara Myanmar Dikabarkan Bunuh-Bakar 11 Orang, AS Marah!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 12:59 WIB
Sabtu (27/3) lalu, merupakan Hari Angkatan Bersenjata Myanmar. Parade besar-besaran digelar. Namun, dibalik itu semua 114 nyawa melayang di hari yang sama.
Ilustrasi -- Tentara Myanmar (dok. AP Photo)
Washington DC -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengecam militer Myanmar terkait laporan tentaranya mengumpulkan dan membunuh 11 orang di wilayah Sagaing. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menyatakan AS 'marah' dengan tindak kekejian militer Myanmar tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/12/2021), tentara Myanmar dituduh menembak mati dan membakar mayat belasan orang di sebuah desa di Sagaing, setelah sejumlah mayat yang hangus terbakar ditemukan di wilayah tersebut.

Sebuah video yang disebut menunjukkan mayat-mayat yang hangus terbakar itu beredar di media sosial dan foto-fotonya dipublikasikan sejumlah media lokal, termasuk Myanmar News yang terkemuka di negara tersebut.

"Kami marah dengan laporan yang kredibel dan memuakkan bahwa militer Burma (Myanmar-red) mengikat 11 warga desa, termasuk anak-anak, di Burma bagian barat lalu dan membakar mereka hidup-hidup," tegas Price dalam pernyataannya.

Price menegaskan kembali seruan AS agar militer Myanmar mengakhiri penggunaan kekerasan dan membebaskan orang-orang yang ditahan secara tidak adil sejak kudeta militer dilancarkan pada 1 Februari lalu.

Sebelumnya Reuters melaporkan sejumlah mayat yang hangus terbakar ditemukan di desa Do Taw, wilayah Sagaing. Keterangan sejumlah penduduk setempat dan laporan media lokal menuduh tentara-tentara Myanmar mengumpulkan 11 warga desa tersebut lalu menembaki mereka dan membakar jasad mereka.

Keterangan sejumlah penduduk desa setempat juga menyebut beberapa korban masih hidup saat dibakar. Bahkan juru bicara pemerintah sipil bayangan Myanmar, Dr Sasa, menyebut para korban 'diikat, dianiaya dan akhirnya dibakar hidup-hidup'.

Sagaing diketahui menjadi lokasi pertempuran sengit antara pasukan keamanan Myanmar dengan milisi yang dibentuk kelompok rival dari junta militer Myanmar. Belum ada tanggapan resmi dari junta militer Myanmar terkait laporan ini.

Simak juga 'Kecaman Komisaris HAM PBB Atas Vonis Bui Aung San Suu Kyi':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)