Thailand Tak Akan Lockdown Meski Deteksi Kasus Varian Omicron

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 17:01 WIB
FILE - In this Dec. 20, 2020, file photo, a health worker in protective clothing collects nasal swab sample from a man to test for COVID-19 in Samut Sakhon, south of Bangkok. Thailand, which has kept the coronavirus largely in check for most of the year, is facing a challenge from a large outbreak of the virus among migrant workers in the province close to Bangkok.(AP Photo/ Chalida Ekvitthayavechnukul, File)
Ilustrasi -- Tenaga medis dengan APD melakukan tes swab di Samut Sakhon, Thailand (AP Photo/ Chalida Ekvitthayavechnukul, File)
Bangkok -

Pemerintah Thailand menyatakan tidak ada lockdown yang akan diberlakukan meskipun kasus varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron, telah terdeteksi.

Seperti dilansir The Nation dan The Star, Selasa (7/12/2021), seorang warga negara asing (WNA) yang baru berpergian dari Spanyol pada 30 November dinyatakan positif varian Omicron pada Jumat (3/12) pekan lalu. Kasus ini tercatat sebagai kasus varian Omicron pertama yang teridentifikasi di Thailand.

Menteri Kesehatan Publik, Anutin Charnvirakul, dalam pernyataan terbaru menyebut Departemen Ilmu Kedokteran tengah menguji sampel pasien varian Omicron itu dengan lebih cermat untuk memastikan bahwa itu sungguh-sungguh varian Omicron. Hasil pengujian lanjutan itu akan siap dalam waktu 3-4 hari.

Anutin juga menyatakan bahwa aturan perjalanan yang kini berlaku masih efektif.

Diketahui bahwa otoritas Thailand mewajibkan seluruh kedatangan internasional untuk menunjukkan hasil tes RT-PCR negatif Corona dan menunjukkan sertifikat vaksinasi, serta menjalani karantina semalam untuk menunggu hasil tes RT-PCR lanjutan.

"Langkah-langkah ini memungkinkan otoritas setempat untuk memeriksa semua varian COVID-19 dan memberikan perawatan jika mereka positif," ucap Anutin.

Ditambahkan Anutin bahwa satu-satunya cara mencegah penyebaran varian Omicron adalah mempertahankan langkah-langkah pencegahan yang baik dan mendapatkan vaksinasi dua dosis.

"Kami tidak akan memberlakukan lockdown karena negara ini baru saja membuka diri kembali dan banyak bisnis yang mulai pulih. Kami ingin orang-orang menjalani kehidupan mereka dengan normal, bukannya panik, khususnya mengingat festival Tahun Baru hampir tiba," jelas Anutin dalam pernyataannya.

(nvc/ita)