Omicron Kian Dekat Indonesia Usai Terdeteksi di Malaysia

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 05:44 WIB
Omicron dan berbagai varian Covid: Apakah vaksin yang sekarang beredar masih ampuh menangkal varian baru yang bermutasi sangat cepat?
Ilustrasi virus Corona (Foto: BBC Magazine)

Peringatan WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan bagi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan dan memvaksinasi penuh warga. Hal itu dinilai harus dilakukan untuk menghadapi lonjakan kasus virus Corona akibat varian Omicron.

Dilansir dari Reuters, varian Omicron pertama teridentifikasi di Afrika Selatan pada bulan lalu dan ditetapkan sebagai 'variant of concern' oleh WHO. Para peneliti masih mengumpulkan data-data untuk menentukan seberapa menular varian Omicron dan seberapa parah penyakit yang ditimbulkannya.

Varian Omicron kini sudah terdeteksi di belasan negara dan mulai ditemukan di kawasan Asia. Sejumlah negara Asia yang telah mengkonfirmasi kasus varian Omicron antara lain Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia dan India.

"Pengendalian perbatasan bisa mengulur waktu tapi setiap negara dan setiap komunitas harus bersiap menghadapi lonjakan kasus baru," ucap Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat, Takeshi Kasai.

"Orang-orang seharusnya tidak hanya bergantung pada langkah perbatasan. Yang paling penting adalah bersiap menghadapi varian ini dengan potensi penularan tinggi. Sejauh ini informasi yang tersedia menunjukkan bahwa kita tidak perlu mengubah pendekatan kita," imbuhnya.

Hingga kini, masih banyak yang belum diketahui soal varian Omicron, termasuk apakah varian baru ini lebih menular -- seperti diperkirakan sejumlah otoritas kesehatan, juga apakah varian baru ini membuat orang-orang lebih sakit parah, dan apakah varian baru ini bisa menghindari vaksin Corona.

Kasai mengatakan negara-negara harus belajar cara menangani varian Delta dan memvaksinasi penuh kelompok rentan. Semua pihak diminta menerapkan langkah pencegahan, seperti memakai masker dan social distancing.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.