2 Kasus Omicron Terdeteksi di Sekolah Jenewa, 2 Ribu Orang Dikarantina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 16:39 WIB
Virus corona: Apakah varian Omicron memang sangat berbahaya?
Ilustrasi (dok. BBC)
Jenewa -

Sedikitnya 2.000 orang di wilayah Jenewa dan Vaud di Swiss ditempatkan dalam karantina setelah dua kasus varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron, terdeteksi di sekolah internasional setempat. Sebagian besar yang dikarantina merupakan anak-anak.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (3/12/2021), otoritas Swiss sebelumnya mengonfirmasi satu kasus varian Omicron dari seseorang yang baru pulang dari Afrika Selatan dan satu kasus suspek varian Omicron yang berkaitan dengan individu yang sama.

Jenewa diketahui menjadi pusat diplomat internasional dan menjadi lokasi kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang pekan lalu menetapkan varian Omicron sebagai 'variant of concern'.

"Menyusul dua kasus kasus terkonfirmasi varian Omicron yang menghadiri kampus Chataigneraie pada Sekolah Internasional Jenewa pekan ini, layanan medis wilayah Vaud dan Jenewa secara bersama-sama mengambil keputusan untuk mengkarantina semua siswa dan staf kampus selama 10 hari," demikian pernyataan otoritas kesehatan Jenewa pada Kamis (2/12) malam waktu setempat.

Swiss sejauh ini telah mengidentifikasi sejumlah kasus varian Omicron yang tersebar di lima wilayahnya.

Otoritas setempat memberlakukan larangan perjalanan dari negara-negara Afrika bagian selatan dan mewajibkan karantina untuk kedatangan dari 23 negara, termasuk Jepang, Inggris dan Kanada.

Disebutkan otoritas kesehatan Jenewa bahwa sekitar 1.600 orang yang dikarantina di Vaud dan Jenewa merupakan anak-anak. Para siswa, orangtua dan keluarga para siswa juga perlu menjalani tes Corona untuk mendeteksi varian Omicron.

Otoritas kesehatan tidak menyebut lebih lanjut apakah langkah karantina ini berkaitan dengan kasus terkonfirmasi varian Omicron. Namun disebutkan bahwa dua kasus terkonfirmasi itu 'berhubungan erat dengan keluarga salah satu individu yang positif sepulangnya dari kunjungan ke Afrika Selatan'.

(nvc/idh)